sumber: jawapos
Hari lahirnya Pancasila yang jatuh hari ini akan diperingati PDI Perjuangan (PDIP) secara besar-besaran. Mengambil tempat di silang Monas Jakarta, partai banteng moncong putih ini akan menggelar gerak jalan masal. Aksi itu diikuti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufik Kiemas.
”Seiring seratus tahun kebangkitan nasional, kita perlu mengenali kembali eksistensi Pancasila sebagai dasar negara,” kata Ketua Panitia Gebyar Pancasila PDIP Effendy Simbolon di Jakarta kemarin (31/5).
Dalam kesempatan itu, lanjut dia, Megawati akan berorasi mengenai substansi Pancasila yang dicetuskan Bung Karno pada 1 Juni 1945. ”Panggungnya pun kami beri nama Megawati Stage,” cetus anggota Komisi VII DPR itu.
Meski mengonsolidasikan ratusan ribu orang, ujar Effendy, DPP PDIP melarang agenda Gebyar Pancasila disisipi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM. ”Sikap resmi partai memang menolak naiknya harga BBM. Tapi, gerak jalan nanti tidak ada misi lain,” tegasnya.
Rute gerak jalan masal itu adalah Monas – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin – Bundaran HI – kembali ke Monas. Melihat rute yang diambil, berkembang isu bahwa agenda gerak jalan tersebut juga menjadi show of force kekuatan PDIP di jantung ibu kota negara.
Sampai-sampai muncul istilah mengepung istana. Benarkah itu? ”Saya tidak akan komentar. Yang jelas, ini untuk memperingati lahirnya Pancasila,” tandasnya.
Secara terpisah, kalangan istana tak terlampau merisaukan even peringatan tiap 1 Juni yang diselenggarakan PDIP. “Pancasila itu milik kita bersama, siapa pun yang ingin merayakan, mengembangkan, dan mengutamakan ajarannya adalah positif,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng, di sela seminar nasional yang diadakan alumni Pondok Gontor, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, kemarin (31/5).
Bagaimana jika berubah menjadi aksi penolakan terhadap harga BBM? “Kalau itu lain lagi ceritanya, bukan peringatan hari lahir Pancasila harusnya,” ujarnya.
Namun, jika PDIP melaksanakan aksi penolakan harga BBM, pihaknya tidak akan melarang. ”Demo itu bunga-bunga demokrasi, yang penting dilakukan dengan aman, tertib, dan sesuai aturan hukum. Tidak ada masalah,” ujar Andi.(pri/dyn/mk)


