Madiun, 16 Juli 2008 11:44
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak para kadernya agar lebih perduli kepada kaum tani, buruh, nelayan, pedagang informal dan “wong cilik” lainnya, dengan masuk-keluar kampung.
Sejumlah desa termasuk di Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim) mendapat kunjungan mantan Presiden RI yang ingin mencalonkan diri lagi itu, Rabu pagi (16/7), dalam rangkaian road show keliling Provinsi Jawa Timur.
Di Sugiwharas, Megawati Soekarnoputri didampingi Sekjen DPP PDI Perjuangan, Pramono Anung, beberapa Ketua DPP seperti Daryatmo Mardiyanto, Mindo S Sianipar dan Adang Ruchiyatna, didaulat rakyat untuk meresmikan pasar desa hasil swadaya masyarakat dengan biaya lebih dari Rp1 miliar.
“Semangat gotong royong membangun pasar tradisional, membuktikan kita bisa terus berjaya,” katanya dari atas panggung tempat ia berdialog dengan sekitar 5.000 orang, dengan latar belakang terpampang motto `Mbangun Deso Noto Kutho`.
Namun dalam setiap kesempatan berbicara, Megawati Soekarnoputri, memperkenalkan duet pasangan yang diusung partainya dalam pertarungan ketat memperebutkan posisi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2008-2014.
Sebagai satu-satunya tokoh yang secara resmi menyatakan maju pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2009, Megawati Soekarnoputri pun tak menyia-nyiakan kesempatan bertemu rakyat memaparkan program-program strategis ke masa depan.
Selain itu, ia mengungkapkan keberhasilan partainya memenangi 14 dari 26 pemilihan gubernur se-Indonesia, dimulai di ibukota negara RI, Provinsi Banten, Sulut, Kalteng, Papua, Sulsel, dan seterusnya, termasuk empat provinsi selang dua bulan terakhir (Jateng, NTT, Maluku juga Bali).
“Ini hasil `ngamen` saya dan seluruh kader. Saya harap, di daerah kelahiran ayah saya, Bung Karno, yakni Jawa Timir, juga berhasil dimenangkan. Setuju,” teriaknya, yang dijawab oleh masyarakat secara spontan, “siap!”.
PDI Perjuangan mengusung calon wakil gubernur (cagub) Sutjipto (mantan Sekjen DPP, juga Wakil Ketua MPR RI) dan calon wakil gubernur (cawagub) Ridwan Hisjam (Ketua DPD Ormas Kosgoro 1957, mantan Ketua DPD Partai Golkar Jatim serta pernah jadi anggota DPR RI).
Wong Cilik
Dalam kunjungan tiga hari sejak Senin (14/7) terkait dengan kampanye Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) di sejumlah kabupaten, kota, dan juga tingkat provinsi, Megawati Soekarnoputri lebih suka melakukan tatap muka dan dialog dengan kalangan “wong cilik”.
Pertemuan dari hati ke hati itu diawali dengan silaturahmi bersama kalangan alim ulama, pimpinan Pondok Pesantren, para kader partai serta kaum perempuan di Probolinggo, kemudian Pasuruan (Senin, 14/7).
Di hari kedua (Selasa, 15/7), aksi turun kampung Megawati Soekarnoputri dimulai dengan pertemuan bersama komunitas petani apel dan masyarakat sekitar perkebunan apel di Kota serta Kabupaten Malang, di Batu Malang.
Lantas, diselingi aksi panggung di depan sekitar 10 ribu orang di GOR Ken Arok (Malang) dan Alun-alun Jombang yang dihadiri lebih dari 10 ribu kaum Nahdliyin), Megawati Soekarnoputri juga mampir dua kali di warung rakyat di Pujon, kabupaten Malang, serta di kios nasi pecel Jl Agus Salim, Madiun.
Sebelum mengakhiri `road show` hari keduanya, anak sulung almarhum Bung Karno yang disertai putrinya, Puan Maharani, menyempatkan berbicara sekaligus menyerahkan “Gunungan` kepada dalang Ki Manteb Soedarsono pada acara wayangan semalam suntuk dengan rakyat Nganjuk.
Acara di Alun-alun pusat Kabupaten Nganjuk itu mampu menyedot perhatian sekitar 5.000 orang dari berbagai latar belakang, terutama wong cilik.
Di hari ketiga ini (6/7), setelah mengawali kegiatannya di Desa Sugihwaras, para petinggi partai kepala banteng “moncong putih” itu bersilaturahmi dengan para kader di Kantor BP Madiun, berkampanye untuk Sutjipto-Ridwan Hisjamdi kecamatan Ngawi, kabupaten Ngawi, termasuk menyerahkan bibit padi jenis `MSP` (Mari Sejahterahkan Rakyat) di lapangan Masopati, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan. [TMA, Ant] Gatra