PDI Perjuangan, sebagai “Rumah Besar Kaum Nasionalis”, tempat berkembangnya iklim positif pemberdayaan anak bangsa tanpa bias gender pun lebih memperkaya “Rumah Besar Kaum Nasionalis” tersebut dengan meluncurkan “Rumah Perempuan PDI Perjuangan”.
Diluncurkannya “Rumah Perempuan PDI Perjuangan” di Sekretariat DPP PDI Perjuangan, Senin (25/8) tersebut sangat lekat dengan penginsyafan PDI Perjuangan terhadap posisi strategis dan kepeloporan kaum perempuan dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Namun demikian, posisi strategis perempuan tersebut tidak sebanding dengan kondisi obyektif yang diterima kaum perempuan hingga saat ini.
Hal tersebut dipertegas oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri, saat memberikan pengarahan kepada para peserta pembekalan kader perempuan PDI Perjuangan sekaligus peluncuran “Rumah Perempuan PDI Perjuangan”, kendala terbesar kaum perempuan di Indonesia adalah persoalan bias gender.
“Sejak saya ikut dalam Partai, saya selalu turun ke bawah. Saya melihat kendala yang amat besar adalah nasib perempuan Indonesia. Meskipun konstitusi kita telah menjabarkan jelas bahwa semua warga Negara mempunyai hak yang sama. Meskipun kesetaraan gender telah dijamin dalam konsitusi, namun hal tersebut belum dapat maksimal. Bukan berarti tidak jalan. Sudah, tapi belum maksimal,” ungkapnya.
Namun demikian, satu-satunya calon Presiden perempuan saat ini yang akan maju dalam pemilu Presiden tahun depan ini juga menyorot cara pandang kaum perempuan itu sendiri yang pasrah dengan keadaan dan tidak mau memberdayakan dirinya atau kaumnya sendiri. “Kita sendiri yang harus membangun sikap itu, memang bukan hal yang mudah,” tegas Hj. Megawati Soekarnoputri.
Terkait hal tersebut, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, menyambut peluncuran “Rumah Perempuan PDI Perjuangan” tersebut sebagai suatu hal yang sangat strategis. “Ini hal yang sangat strategis bagi kaum perempuan di PDI Perjuangan, dengan membangun suatu tempat yang diberi nama ‘PDI Perjuangan Rumah Perempuan’,” sambutnya.
“Rumah perempuan ini hanya sebagai suatu simbol untuk memberikan gambaran mengenai begitu terbukanya PDI Perjuangan terhadap partisipasi kaum perempuan. Karena PDI Perjuangan adalah Partai terbuka, jadi artiannya, siapa saja yang mau bergabung di PDI Peruangan, dipersilahkan masuk ke dalam Rumah Perempuan ini,” pungkasnya.
“Rumah Perempuan”, Didorong Atas Kondisi Obyektif Perempuan
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemberdayaan Perempuan, Puan Maharani, menegaskan realitas kehidupan sosial kaum perempuan tersebut dengan berbagai keadan miris seperti diskriminasi gender, kekerasan seksual, perdagangan perempuan dan berbagai kondisi obyektif yang diskriminatif terhadap perempuan tersebut yang mendorong gagasan “Rumah Perempuan PDI Perjuangan”. “Setiap kesalahan kebijakan, dampaknya selalu dirasakan duluan oleh perempuan dan anak-anak,” ujar Puan dalam pidato pembukaannya.
“Di sinilah platform perjuangan politik kader-kader perempuan PDI Perjuangan diformulasikan berdasarkan ideologi, AD dan ART PDI Perjuangan, Keputusan Partai dan agenda Strategis Partai,” jelas cucu Proklamator RI, Bung Karno, ini.
Sementara itu, terkait pembekalan kader perempuan yang dilaksanakan selama dua hari (25-26/8) di Depok setelah peluncuran “Rumah Perempuan PDI Perjuangan” ini, mbak Puan, demikian Ketua DPP ini akrab disapa, mengungkapkan bahwa para kader perempuan peserta pelatihan tersebut akan dibekali dengan materi-materi terkait program pokok kebijakan Partai dalam memenangkan pemilu, platform perjuangan Partai dan kader perempuan PDI Perjuangan, manajemen kampanye, termasuk didalamnya materi public speaking, perencanaan sumber daya kampanye dan penggalangan dana.
“Selama dua hari tersebut, kader-kader perempuan PDI Perjuangan juga akan membangun tekad untuk menggelorakan semangan perjuangan, mengobarkan militansi kader dan memperkuat soliditas kepartaian,” urai mbak Puan.
“Ibu Cerdas, Anak Sehat”
Selain itu, sebagai Ketua bidang Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat yang bertanggungjawab terhadap kegiatan juga mengungkapkan, bahwa selain kegiatan pembekalan kader perempuan, juga akan diadakan kegiatan posko ibu dan anak dengan tema “Ibu Cerdas, Anak Sehat”.
“Tema ini merupakan bagian dari komitmen PDI Perjuangan terhadap pentingnya kebijakan politik guna memberikan perhatian kepada ibu dan anak. Inilah wujud sederhana dari kepedulian kita sekaligus penyikapan atas berbagai kejadian gizi buruk ang masih menjadi ancaman serius bagi jutaan anak dan balita Indonesia,” jelas Puan.
“Karena itu, seluruh kader PDI Perjuangan di eksekutif dan legislatif harus mendorong kebijakan politik, khususnya melalui politik anggaran untuk memberikan jaminan atas kesehatan ibu dan anak Indonesia,” sambung Puan. “Kini seluruh kader perepuan PDI Perjuangan siap sedia untuk melanjutkan perjuangan kaum perempuan Indonesia dala perspektif politik, sosial-budaya dan ekonomi, melalui gerakan kepartaian,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat, Puan Maharani.[sfn]