Arsip untuk Agustus, 2008

29
Agu
08

Saudi Keluarkan Tiga Juta Visa Umrah

MAKKAH, Lebih dari tiga juta visa umrah sejauh ini telah dikeluarkan untuk tahun ini untuk seluruh umat muslim di seluruh dunia oleh pemerintah Arab Saudi.

Demikian diungkapkan Menteri Urusan Haji Arab Saudi, Fuad Al Farsi, Jumat (29/8).  “Tiga juta jemaah dari luar negeri yang tiba di kota suci Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah selama musim umrah saat ini, dan 2,8 juta orang telah kembali ke negara masing-masing setelah menyelesaikan ibadah mereka. Sedangkan sisanya 200.000 orang masih ada di Makkah atau Madinah,” katanya.

Dari jumlah itu, menurutnya, jemaah yang tinggal secara ilegal jumlahnya turun menjadi kurang dari 0,5 persen pada tahun ini. Al Farsi, yang berbicara kepada para wartawan bersama kunjungan organisasi-organisasi Tawafa di Makkah, menggambarkan demikian besarnya arus pengunjung di dua kota suci itu, baik dari dalam negeri maupun dari negara-negara anggota Komisi Dewan Teluk.

Menteri menambahkan bahwa  kemajuan teknologi komunikasi akan mempercepat formalitas pemrosesan untuk ibadah Haji, yang akan dimulai Desember. Al Farsi menjelaskan upaya-upaya Menteri Dalam Negeri Pangeran Naif, yang juga ketua Komisi Tertinggi Haji, dan Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al Faisal, yang juga ketua Komisi Pusat Haji, dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi para pejabat haji dalam mempersiapkan musim haji mendatang.

Dalam pernyataannya, Al Farsi menolak gagasan bahwa pembongkaran sejumlah bangunan di dekat Masjidil Haram menimbulkan kekurangan fasilitas perumahan/pemondokan. Karena, menurutnya, sejumlah izin dikeluarkan untuk pembangunan perumahan jemaah haji berkaitan dengan pembongkaran gedung-gedung dan hotel-hotel untuk proyek perluasan masjid, sehingga tidak berdampak negatif terhadap jumlah akomodasi para jemaah.

28
Agu
08

Arab Saudi Bebaskan Aktivis Pembaruan

RIYADH, Seorang aktivis pembaruan telah dibebaskan oleh pihak berwenang Arab Saudi setelah menjalani hukuman penjara enam bulan.  Abdullah al-Hamed, tokoh intelektual penting di antara pembaru Islam ini, dibebaskan Kamis pagi. Demikian ungkap khatib Mohsen al-Awajy dan aktivis hak asasi manusia Fawziya al-Oyouni.

Hukuman Hamed secara luas dianggap sebagai hukuman untuk semua seruannya bagi pembaruan politik di monarki Islam konservatif, sekutu penting AS itu.

Ia dipenjarakan oleh pengadilan Saudi karena mendorong para isteri yang diduga militan Islam untuk memprotes secara terbuka penahanan tak tentu suami mereka.

“Saya mengharapkan pembebasan Hamed akan menjadi awal bagi tahap baru dan bahwa ini akan menjadi pertanda baik berkaitan dengan status pembaru,” kata aktivis Islam Khaled al-Omair.

Inteletual Saudi pekan ini minta pemerintah untuk berbuat lebih banyak lagi untuk menghentikan penahanan dan pembatasan lainnya yang diterapkan pada tokoh, liberal dan Islamis, yang bekerja secara terbuka untuk mengubah monarki absolut menjadi demokrasi parlementer.

Kementerian dalam negeri telah menahan beberapa ribu orang sejak gerilyawan terkait-al Qaida melancarkan serangan kekerasan pada 2003 untuk membuat tidak stabil pemerintah keluarga Al Saud itu. Namun para kritikus mengatakan tindakan keras itu telah diperluas ke pelobi bagi pembaruan damai.

25
Agu
08

Ketua Umum Megawati Soekarnoputri: Terima Kasih Kepada KPK

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Hj.  Megawati Soekarnoputri, menyambut positif atas tindakan yang diambil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menanggapi pernyataan Agus Tjondro, anggota DPR asal Fraksi PDI Perjuangan, yang menerima uang suap sebesar Rp 500 juta dalam fit and proper test calon deputi gubernur senior Bank Indonesia.

“Saya sebagai ketua umum berterima kasih kepada KPK yang dalam mengusut tetap mempertimbangkan asas praduga tak bersalah. Biasanya, kalau saya ikuti, dalam masalah ini harus berhati-hati, azas praduga tak bersalah dalam hukum formal biasanya menjadi sangat diabaikan,” ujar Megawati Soekarnoputri usai membuka acara peluncuruan Rumah Perempuan PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (25/8) siang.

Menyoal sikap dan pernyataan Agus Tjondro yang menerima uang Rp 500 juta, Megawati menegaskan DPP PDI Perjuangan akan segera menggelar rapat.

“Akan dirapatkan dulu. Sebagai kader partai, apapun permasalahan yang akan disampaikan kepada masyarakat harus melalui penugasan Partai. Yang bersangkutan memberikan suatu masukan sebagai perorangan. Karena tentunya tidak bisa melalui azas praduga tak bersalah, itu sepertinya enak saja mengatakan ini dan itu. Kita juga musti mengetahui seberapa jauh latar belakang dari hal yang telah dilakukan,” tandas Megawati. [esm]

25
Agu
08

Taufiq Kiemas: Koalisi Belum Bicarakan Cawapres

Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI Perjuangan HM Taufiq Kiemas mengatakan, bahwa koalisi yang akan dibangun antara partainya dengan Partai Golkar belum membicarakan soal kursi calon wakil presiden (cawapres) yang bakal mendampingi Megawati Soekarnoputri.

Hal itu dikemukakan HM Taufiq Kiemas usai meresmikan pembukaan rapat kerja nasional DPP Baitul Muslimin Indonesia di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (25/8) sore. “Kita belum bicarakan soal itu (cawapres). Kita masih bicarakan soal koalisi dulu, untuk membahas masa depan bangsa ini,” ujar Ketua Deperpu DPP PDI Perjuangan yang akrab disapa TK itu.

Pada kesempatan itu, TK kembali menegaskan, bahwa PDI Perjuangan tidak ingin menang sendiri. “Kita harus bersama-sama memimpin untuk membangun negeri ini.  Kita siapkan dulu koalisinya baru kita bicara siapa figur yang layak untuk jadi cawapres. Yang pasti cawapres kita nanti berasal dari luar PDI Perjuangan,” katanya seraya menambahkan koalisi yang dibangun PDI Perjuangan tidak tertutup dengan partai lain.

“Bukan hanya Golkar, bisa dengan partai-partai lain. Tetapi yang penting koalisi yang kita bangun ini bertujuan untuk masa depan bangsa ini.  Semua partai akan kita jajaki. Bahkan partai yang tidak menangpun kita akan jajaki,” kata TK.

Menyoal usulan dari ketua Fraksi Partai Golkar DPR Priyo Budisantoso yang mengajukan nama JK sebagai cawapres, TK mengatakan itu semuanya terpulang kepada hasil pemilu nanti. “Semuanya kan harus dinilai dari suara terbanyak. Itu kan nanti tersrah kepada rakyat. Kalau Pak JK itu kan sudah berpengalaman, mulai dari menteri sampai sekarang jadi wapres. Pak JK pernah pengalaman bekerja dengan Mbak Mega waktu jadi presiden,” imbuhnya lagi.

Pada kesempatan itu, Ketua DPP Baitul Muslimin Indonesia Irmadi Lubis mengatakan, rakernas yang digelar kali ini untuk menyiapkan langkah-langkah strategis dalam menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun depan.

“Baitul Muslimin Indonesia ini ibaratnya adalah mesin cuci image. Seperti kata Pak Taufiq Kiemas, PDI Perjuangan itu dulu sempat disebut sebagai partai tempat bercokolnya para preman atau kaum kiri. Nah, lewat Baitul Muslimin, hal-hal negatif yang menyangkut image yang negatif itu kita cuci,” ujar Irmadi Lubis. [esm]

25
Agu
08

Hj. Megawati Soekarnoputri: “Rumah Perempuan PDI Perjuangan” Hal yang Strategis Bagi Perempuan

PDI Perjuangan, sebagai “Rumah Besar Kaum Nasionalis”, tempat berkembangnya iklim positif pemberdayaan anak bangsa tanpa bias gender pun lebih memperkaya “Rumah Besar Kaum Nasionalis” tersebut dengan meluncurkan “Rumah Perempuan PDI Perjuangan”.

Diluncurkannya “Rumah Perempuan PDI Perjuangan” di Sekretariat DPP PDI Perjuangan, Senin (25/8) tersebut sangat lekat dengan penginsyafan PDI Perjuangan terhadap posisi strategis dan kepeloporan kaum perempuan dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Namun demikian, posisi strategis perempuan tersebut tidak sebanding dengan kondisi obyektif yang diterima kaum perempuan hingga saat ini.

Hal tersebut dipertegas oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri, saat memberikan pengarahan kepada para peserta pembekalan kader perempuan PDI Perjuangan sekaligus peluncuran “Rumah Perempuan PDI Perjuangan”, kendala terbesar kaum perempuan di Indonesia adalah persoalan bias gender.

“Sejak saya ikut dalam Partai, saya selalu turun ke bawah. Saya melihat kendala yang amat besar adalah nasib perempuan Indonesia. Meskipun konstitusi kita telah menjabarkan jelas bahwa semua warga Negara mempunyai hak yang sama. Meskipun kesetaraan gender telah dijamin dalam konsitusi, namun hal tersebut belum dapat maksimal. Bukan berarti tidak  jalan. Sudah, tapi belum maksimal,” ungkapnya.

Namun demikian, satu-satunya calon Presiden perempuan saat ini yang akan maju dalam pemilu Presiden tahun depan ini juga menyorot cara pandang kaum perempuan itu sendiri yang pasrah dengan keadaan dan tidak mau memberdayakan dirinya atau kaumnya sendiri. “Kita sendiri yang harus membangun sikap itu, memang bukan hal yang mudah,” tegas Hj. Megawati Soekarnoputri.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, menyambut peluncuran “Rumah Perempuan PDI Perjuangan” tersebut sebagai suatu hal yang sangat strategis.  “Ini hal yang sangat strategis bagi kaum perempuan di PDI Perjuangan, dengan membangun suatu tempat yang diberi nama ‘PDI Perjuangan Rumah Perempuan’,” sambutnya.

“Rumah perempuan ini hanya sebagai suatu simbol untuk memberikan gambaran mengenai begitu terbukanya PDI Perjuangan terhadap partisipasi kaum perempuan. Karena PDI Perjuangan adalah Partai terbuka, jadi artiannya, siapa saja yang mau bergabung di PDI Peruangan, dipersilahkan masuk ke dalam Rumah Perempuan ini,” pungkasnya.

“Rumah Perempuan”, Didorong Atas Kondisi Obyektif Perempuan
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemberdayaan Perempuan, Puan Maharani, menegaskan realitas kehidupan sosial kaum perempuan tersebut dengan berbagai keadan miris seperti diskriminasi gender, kekerasan seksual, perdagangan perempuan dan berbagai kondisi obyektif yang diskriminatif terhadap perempuan tersebut yang mendorong gagasan “Rumah Perempuan PDI Perjuangan”. “Setiap kesalahan kebijakan, dampaknya selalu dirasakan duluan oleh perempuan dan anak-anak,” ujar Puan dalam pidato pembukaannya.

“Di sinilah platform perjuangan politik kader-kader perempuan PDI Perjuangan diformulasikan berdasarkan ideologi, AD dan ART PDI Perjuangan, Keputusan Partai dan agenda Strategis Partai,” jelas cucu Proklamator RI, Bung Karno, ini.

Sementara itu, terkait pembekalan kader perempuan yang dilaksanakan selama dua hari (25-26/8) di Depok setelah peluncuran “Rumah Perempuan PDI Perjuangan” ini, mbak Puan, demikian Ketua DPP ini akrab disapa, mengungkapkan bahwa para kader perempuan peserta pelatihan tersebut akan dibekali dengan materi-materi terkait program pokok kebijakan Partai dalam memenangkan pemilu, platform perjuangan Partai dan kader perempuan PDI Perjuangan, manajemen kampanye, termasuk didalamnya materi public speaking, perencanaan sumber daya kampanye dan penggalangan dana.

“Selama dua hari tersebut, kader-kader perempuan PDI Perjuangan juga akan membangun tekad untuk menggelorakan semangan perjuangan, mengobarkan militansi kader dan memperkuat soliditas kepartaian,” urai mbak Puan.

“Ibu Cerdas, Anak Sehat”

Selain itu, sebagai Ketua bidang Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat yang bertanggungjawab terhadap kegiatan juga mengungkapkan, bahwa selain kegiatan pembekalan kader perempuan, juga akan diadakan kegiatan posko ibu dan anak dengan tema “Ibu Cerdas, Anak Sehat”.

“Tema ini merupakan bagian dari komitmen PDI Perjuangan terhadap pentingnya kebijakan politik guna memberikan perhatian kepada ibu dan anak. Inilah wujud sederhana dari kepedulian kita sekaligus penyikapan atas berbagai kejadian gizi buruk ang masih menjadi ancaman serius bagi jutaan anak dan balita Indonesia,” jelas Puan.

“Karena itu, seluruh kader PDI Perjuangan di eksekutif dan legislatif harus mendorong kebijakan politik, khususnya melalui politik anggaran untuk memberikan jaminan atas kesehatan ibu dan anak Indonesia,” sambung Puan. “Kini seluruh kader perepuan PDI Perjuangan siap sedia untuk melanjutkan perjuangan kaum perempuan Indonesia dala perspektif politik, sosial-budaya dan ekonomi, melalui gerakan kepartaian,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat, Puan Maharani.[sfn]

25
Agu
08

Ketua Umum Launching “Rumah Perempuan” dan Buka Pembekalan Kader Perempuan

Sebagai Partai yang bertekad untuk merangkul segala potensi bangsa, PDI Perjuangan juga merupakan Partai yang secara politik menegaskan diri sebagai Partai yang memberikan keterbukaan ruang yang seluas-luasnya bagi partisipasi kaum perempuan di bidang politik.

Peneguhan PDI Perjuangan sebagai rumahnya kaum perempuan di bidang politik tersebut dikukuhkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, dengan me-launching secara resmi jati diri Partai sebagai “Rumah Perempuan”, hari Senin (24/8), pada pukul 10.00-12.00 WIB di Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Jl. Lenteng Agung no. 99, Jakarta.

Selain itu, di DPP PDI Perjuangan, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri juga membuka secara resmi pembekalan kader perempuan yang merupakan caleg perempuan yang diusung PDI Perjuangan dalam pemilu legislatif 2009, dan memberikan pengarahan kepada para peserta pembekalan kader tersebut.

Acara pembekalan atau pelatihan kader perempuan yang dihelat oleh bidang Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DPP PDI Perjuangan yang dipimpin oleh Puan Maharani ini diikuti oleh seluruh Wakil Ketua bidang Pemberdayaan Perempuan dan Masyarkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan se Indonesia, dan dilangsungkan selama dua hari (25-26/8) di hotel Bumi Wiyata Depok, Margonda, Kota Depok, Jabar.

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemberdayaan Perempuan, Puan Maharani, menegaskan bahwa launching secara resmi jati diri PDI Perjuangan sebagai “Rumah Perempuan” oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri, ini merupakan penegasan sikap politik PDI Perjuangan terhadap peran perempuan di bidang politik.

“Peluncuran secara resmi ‘Rumah Perempuan’ oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri ini merupakan wujud dari penegasan dan penyikapan secara politik bahwa PDI Perjuangan adalah partai politik yang memberikan ruang yang sangat luas bagi kaum perempuan di bidang politik dan kemasyarakatan, dengan prinsip kesetaraan jender,” tegas cucu Proklamator RI Bung Karno ini.

Mbak Puan, demikian Ketua DPP ini akrab disapa, juga menjelaskan, “Rumah Perempuan” ini juga akan memperkaya harmoni keberagaman dalam PDI Perjuangan yang juga merupakan “Rumah Besar Kaum Nasionalis”.  “Kebhinekaan dalam ‘Rumah Besar Kaum Nasionalis’ akan terasa makin indah,” ujarnya.

Acara peluncuran “Rumah Perempuan” dan pembukaan acara pembekalan kader perempuan PDI Perjuangan hari Senin esok juga dihadiri oleh para pimpinan DPP PDI Perjuangan.[sfn]

25
Agu
08

Seorang Nasionalis Pasti Religius, Seorang Religius Pasti Nasionalis

Seorang nasionalis pasti religius, dan seorang religius pasti nasionalis. Demikian ditegaskan Ketua Deperpu (Dewan Pertimbangan Pusat) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, HM Taufiq Kiemas, mengenai latar belakang calon Wakil Presiden yang akan disandingkan dengan calon Presiden dari PDI Perjuangan, Hj, megawati Soekarnoputri dalam pemilu presiden tahun depan.

Penegasan tersebut sekaligus penolakan PDI Perjuangan terhadap wacana dikotomis mengenai latar belakang fugur calon Wakil Presiden tersebut, apakah dia seorang nasionalis atau religius. “Nggak perlu dikotomi nasionalis atau bukan. Kalau dia nasionalis, pasti dia juga seorang yang religius, dan sebaliknya,”  tegas Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI Perjuangan, HM Taufiq Kiemas.

“Yang pasti dia mendukung negara kesatuan Republik Indonesia, UUD 1945, dan setuju Pancasila,” imbuh Ketua Deperpu di sela-sela pelepasan lima ribu peserta Gerak Jalan Sehat di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (24/8).

Transparansi Politik, Calon Menteri akan Di-launching

Pria asal Sumatera Selatan ini menjelaskan bahwa PDI Perjuangan akan berkoalisi dengan Partai lain untuk dapat memenangkan pemilihan Presiden tahun depan. “Yang jelas calon Wakil Presiden Ibu Mega itu dari luar PDI Perjuangan. Sebab kita di Republik Indonesia ini tidak mungkin sendirian, harus sama-sama dengan orang lain juga,” jelasnya.

Ketua Deperpu juga menuturkan, saat ini PDI Perjuangan tidak hanya sedang melakukan penjajakan untuk menjaring calon Wakil Presiden untuk bersanding dengan capres Ibu Megawati Soekarnoputri, tapi juga sedang melakukan penjajakan para calon menteri dalam kabinet nanti.

PDI Perjuangan sendiri akan tetap mengedepankan transparansi politik dalam menetapkan menteri-menteri yang akan dipasangkan dalam kabinet pemerintahan Ibu Mega nanti, bila terpilih sebagai Presiden RI, dengan cara me-launching nama-nama calon menteri tersebut sebelum pemilu presiden 2009, untuk mendapat masukan dari masyarakat.

“Diharapkan launching itu menjadi masukan bagi PDIP terhadap figur-figur yang ada. Kan nggak pantes kalau menteri itu dalam kantong sebelah kanan dan kantong sebelah kiri. Kita mesti sosialisasikan menteri itu dari jauh hari,” jelasnya. “Kami terus melakukan penjajakan. Dari awal saya katakan, kita nggak mungkin sendirian,” pungkas Ketua Deperpu, HM Taufiq Kiemas.[sfn]

22
Agu
08

Jelang Ramadhan, Mega Nyekar ke Makam Bung Karno

KETUA Umum DPP PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarno Putri berziarah ke makam orangtuanya, almarhum Ir Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (22/8). Ziarah (nyekar) yang sudah biasa dilakukan tiap tahun ini dimulai sekitar pukul 14.45 WIB. Selama acara nyekar di Blitar, Megawati didampingi beberapa anggota keluarganya. Tampak juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sirmadji Tjondro Pragolo dan Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat.

Megawati dari Jakarta naik pesawat dengan tujuan Bandara Abdulrahman Saleh Malang. Pesawat yang membawa rombongan Capres RI dari PDI Perjuangan itu mendarat sekitar pukul 10.20 WIB. Setelah beristirahat di Hotel Tugu Malang, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Blitar, tempat makam presiden pertama RI Bung Karno dimakamkan.

“Tidak ada acara lain selama Ibu Mega di Kota Blitar. Acaranya hanya nyekar sebagaimana yang dilakukan umat Islam menjelang bulan Ramadhan,” jelas Nugroho, seorang staf DPD PDI Perjuangan Jatim yang mengikuti rombongan Megawati ke Kota Bliar.

Acara nyekar Megawati selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Rombongan putri Bung Karno itu langsung ke Jakarta melalui Bandara Abdulrahman Saleh Malang. (pri)

21
Agu
08

F-PDI Perjuangan akan Sikapi Pidato Kenegaran SBY saat HUT RI

Pidato presiden SBY dalam perigatan HUT RI ke 63 lalu sangat jauh dari realitas hidup masyarakat. Sepihak, hanya satu sisi keberhasilan dan sikap optimisme presiden. Namun tidak memberikan realitas sosial yang sebenarnya, seperti soal kemiskinan, jumlah hutang luar negeri maupun tentang BBM.

Ketua F-PDI Perjuangan di DPR RI, Tjahjo Kumolo, menjelaskan, sebagai F-PDI Perjuangan bisa saja melakukan interupsi saat pidato tersebut berlangsung, namun diurungkan karena menghargai forum pidato kenegaraan tersebut

Terkait hal tersebut, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDI Perjuangan) akan mengkritisi secara resmi terhadap pidato Presiden SBY. F-PDI Perjuangan akan menyampaikan tanggapan resmi terkait hal tersebut.

Dijelaskan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemenangan Pemilu ini, F-PDI Perjuangan akan mengupas secara jujur kondisi yang ada di masyarakat dalam tanggapan resminya. “Ini akan kita sikapi sebagai sikap resmi fraksi menanggapi pidato kenegaraan Presiden yang jauh dari realitas kehidupan masyarakat,” ujarnya.[sfn]

20
Agu
08

Resmikan Tanda Gambar Baru, PDI Perjuangan akan Gelar “Tiga Dimensi” Acara Dalam Sehari

Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI Perjuangan) saat ini sedang merencanakan untuk menggelar acara dengan kombinasi tiga dimensi dalam sehari yang meliputi dimensi religius, dimensi sosial dan dimensi budaya dalam sehari, sejak pagi hingga tengah malam.

Dimensi acara yang akan diselenggarakan pada hari Kamis (28/8) itu dibuka dengan menggelar “Mega Dzikir”, dilanjutkan pada siang hari dengan sosialisasi secara resmi tanda gambar baru PDI Perjuangan, yaitu gambar banteng hitam bermoncong putih dan bermata merah dalam lingkaran hitam dengan warna dasar lingkaran merah menyala di tambah angka 28 sebagai nomor urut PDI Perjuangan dalam pemilu 2009, tersebut dengan menyertakan berbagai kegiatan berdimensi sosial. Acara ditutup pada malam harinya dengan menggelar wayang kulit dengan dalang Ki Manteb.

Terkait rangkaian acara yang akan digelar itu, Ketua Panitia acara peresmian tanda gambar PDI Perjuangan dalam pemilu 2009, Maruarar Sirait, seperti yang disampaikan Koordinator Acara Wayangan, Daryatmo Mardiyanto, menjelaskan, sosialisasi resmi ini untuk mendukung acara utama pada hari yang sama, yang akan dihadiri oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Propinsi Lampung.

“Kehadiran Ketua Umum, Ibu Mega, dalam rangka kegiatannya untuk menyapa masyarakat dan mengkampanyekan pasangan calon Gubernur Lampung dari PDI Perjuangan, Sjahroedin ZP dan Joko Umar Said. Sedangkan di Jakarta, acara akan dihadiri oleh Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung dan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat HM Taufiq Kiemas.,” jelas Ketua DPP yang akrab disebut Ara ini.

“Acara pensosialisasian secara resmi tanda gambar baru tersebut juga akan dilaksanakan secara serentak oleh DPD-DPD PDI Perjuangan se Indonesia, dan melibatkan organisasi-organisasi se asas dan se aspirasi dengan PDI Perjuangan seperti Baitul Muslimin, Repdem, TMP, dan lainnya,” imbuh Ara seraya menjelaskan bahwa khusus penyelenggaraan di Jakarta, DPP PDI Perjuangan melakukan koordinasi pelaksanaan acara dengan DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.

Lebih jauh, Ketua DPP bidang Pemuda, Mahasiswa dan Olahraga ini menjelaskan bahwa acara pensosialisasian ini dirancang agar isi pesan yang hendak disampaikan PDI Perjuangan sampai ke seluruh komponen masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Acara Wayangan, Daryatmo Mardiyanto, menambahkan, kombinasi ketiga dimensi kehidupan masyarakat Indonesia tersebut, yaitu religius, berkepribadian sosial dan berbudaya. “Dan itu juga merupakan potret PDI Perjuangan,” jelasnya usai rapat acara persiapan wayangan di DPP, Selasa (19/8).

Selain itu, pensosialisasian tanda gambar Partai yang dilaksanakan secara serentak ini kembali menegaskan soliditas PDI Perjuangan di seluruh Indonesia. “Kita juga hendak menegaskan kepada masyarakat luas bahwa PDI Perjuangan merupakan Partai yang sangat siap untuk memenangkan pemilu legislatif 2009 dan memenangkan calon Presiden RI dari PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri,” pungkasnya sesaat setelah menggelar rapat koordinasi penyelenggaraan acara yang dipimpin oleh Adang RUchiatna, Daryatmo Mardiyanto dan Maruar Sirait.[sfn]




RUBRIK

Sekretariat

A/n. SHARIEF RACHMAT P. O. Box 11173 Jeddah 21453 Fax. +966 2 645 6240 Hp. +966 507 371 256

KALENDER

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031