Fungsi juru bicara (jubir) Partai, dalam hal ini adalah PDI Perjuangan memiliki peran yang sangat strategis dalam pemenangan Partai pada pemilu 2009 mendatang. Selain mengkomunikasikan pesan-pesan seperti agenda Partai dengan baik dan besar, serta efektif kepada masyarakat.
Demikian dijabarkan oleh Sekjen PDI Perjuangan, Pramono Anung Wibowo, dalam pidatonya saat membuka pembekalan jubir PDI Perjuangan di hotel Harris, Jakarta, Kamis (16/10).
Menurutnya, selain untuk mengkomunikasikan pesan-pesan Partai kepada masyarakat, jubir juga harus mampu mengantisipasi serangan-serangan secara opini, dari luar Partai, yang bertujuan menjatuhkan citra Partai. “Komunikasi yang baik adala memberikan pesan yang baik dan dimengerti. Itu akan menjadi tugas juru bicara untuk bisa menjelaskan pesan dengan baik dan benar,” ujar Sekjen Pramono.
Mas Pram, demikian Sekjen PDI Perjuangan biasa disapa, menjelaskan lebih jauh bahwa kondusifitas yang dimiliki PDI Perjuangan saat ini, dengan banyak memenangkan pilkada Propinsi, Kabupaten maupun Kotamadya, serta konsolidasi Partai yang telah berjalan dengan baik ini akan mengundang banyak terpaan dan serangan-serangan yang luar biasa saat mendekati pemilu seperti sekarang ini.
“Sehingga langkah PDI Perjuangan bukannya semakin mudah, tapi makin sulit. Karena PDI Perjuangan telah menjadi Partai yang telah terkonsolidasi dan memiliki soliditas yang lebih baik dari Partai lainnya. Kita (PDI Perjuangan,red) harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Kalau tidak, kita akan mengadapi serangan yang luar biasa, yang bersifat black campaign,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (BP Pemilu) sekaligus Ketua Panitia Pembekalan Jubir Partai, Tjahjo Kumolo, dalam kata sambutannya menjelaskan, pembekalan juru kampanye ini akan disiapkan untuk memenuhi undangan atas nama Partai disetiap kesempatan. “Diharapkan para peserta pembekalan juru kampanye bisa mewakilkan PDI Perjuangan disetiap undangan. Ini penting untuk tetap menjaga citra Partai mata masyarakat,” ujarnya.[kin]
0 Tanggapan ke “Sekjen Pramono Anung: “Jubir Partai Memiliki Peran yang Strategis””