Arsip untuk November, 2008

30
Nov
08

TEAM PEMANTAU HAJI PDI PERJUANGAN ARAB SAUDI TAHUN 2008 M / 1429 H ” KESENGSARAAN JAMA’AH HAJI INDONESIA DI KOTA MAKKAH ”

wklsek-korwil-hj-eka-sapta2

Jeddah – Pada tanggal 25 November 2008 Team Pemantau Haji PDI Perjuangan yang berjumlah 5 orang yang dipimpin oleh Ibu Hj. Eka Sapta selaku Wakil Sekretaris I Korwil Arab Saudi sekaligus calon legislatif DPR RI Dapil Lampung 2 berangkat ke kota Makkah pada pukul 07.25 waktu setempat untuk melaksanakan tugas Korwil khususnya memantau pelaksanaan Haji tahun 2008 M / 1429 H sekaligus berkomunikasi dengan Jama’ah Haji Indonesia. Selama melakukan pemantauannya, ada beberapa hal yang menjadi catatan utama yang perlu dipertanyakan atau dipertanggung jawabkan oleh pemerintah RI khususnya Departemen Agama selaku Penyelenggara.

Dalam laporan team pemantau Haji PDI Perjuangan Arab Saudi, Ibu Hj. Eka Sapta selaku pimpinan rombongan tersebut menyampaikan beberapa permasalah, seperti halnya yang kita ketahui bahwa Pemerintah Saudi Arabia saat ini telah melakukan pembokaran sekitar Masjid Al Haramain dengan maksud untuk merenovasi dan memperlebar sekitar Masjid. Dengan adanya hal tersebut Departemen Agama RI selaku penyelenggara Haji memutuskan dan terpaksa menyewa tempat tinggal atau pemondokan Jama’ah Haji Indonesia dengan jarak yang jauh dari Masjidil Al Haramain yang kira – kira 12 KM. Dengan adanya hal tersebut, Penyelenggara Haji RI seperti yang kita ketahui beralasan bahwa pemondokan yang dekat dengan Masjid Al Haramain telah dirobohkan. Tetapi dalam hal ini sesuai pantauan yang kita lihat, bahwa gedung atau pemondokan yang dirobohkan tersebut adalah pemondokan yang biasa digunakan oleh ONH Plus. Dan yang menjadi pertanyaan Korwil dan Team Pemantau Haji PDI Perjuangan Arab Saudi yaitu Mengapa daerah yang biasa atau bertahun tahun digunakan oleh para Jama’ah Haji Indonesia seperti Misfala, Kudai, Bahutma, Jarwal, Hafayer, Tayser, Hujun tidak dipergunakan atau disewa kembali? Melainkan saat ini pemondokan – pemondokan di daerah tersebut yang jaraknya dekat dengan Masjidil Al Haramain telah digunakan oleh Negara lain seperti Afrika, India, dan Pakistan. Tetapi sangat disayangkan sekali Departemen Agama selaku penyelenggara Haji memilih daerah atau wilayah yang jaraknya jauh dari Masjidil Al Haramian seperti Sauqiyah, Kakkiyah, Awali, Nuzha, Zahir. Dengan ditempatkan di daerah atau wilayah tersebut, Jama’ah Haji Indonesia kesulitan untuk mencari toko atau restauran. Hal ini telah membuat Jama’ah Haji Indonesia tersiksa karena harus menerima kenyataan yang tidak semestinya.

Dan juga dengan ditempatkan Jama’ah Haji Indonesia yang jauh dari Masjid Al Haramain, Departemen Agama selaku penyelenggara Haji mengambil solusi menyediakan Transportasi dari Pemondokan ke Masjid Al Haramain atau sebaliknya. Langkah itu memang sudah baik tetapi dalam pengaturan dan pelaksanaannya sangat kacau sekali seperti halnya jama’ah Haji harus berlari lari dan berdesak desakan untuk masuk kedalam Bus yang telah disediakan. Jama’ah Haji Indonesia yang ditemui oleh Ibu Hj. Eka Sapta beserta rombongan banyak yang mengeluh dengan situasi dan kondisi tersebut, sebab hal itu telah membuat rasa tidak nyaman bagi para Jama’ah khususnya keselamatan mereka. Serta dengan minimnya penyediaan Transportasi, para Jama’ah Haji Indonesia harus menunggu berjam jam kedatangan Bus Angkutan tersebut serta yang menyedihkan sekali banyaknya Jama’ah yang usia lanjut Dan juga demi menjaga keselamatannya para Jama’ah Haji Indonesia terpaksa memilih untuk berdiam diri dan menginap di sekitar Masjid Al Haramain. Adapula beberapa Jama’ah Haji Indonesia yang ingin mengambil jalan pintas seperti menggunakan TAXI, tetapi hal terssebut dapat dikhawatirkan Jama’ah Haji akan mudah tersessat.

Atas dasar itulah Ibu Hj. Eka Sapta beserta rombongan berharap agar Departemen Agama selaku penyelenggara Haji untuk menambah jumlah penyediaan transportasi bagi Jama’ah Haji Indonesia serta tak lupa agar Kantor Haji Indonesia di Jeddah dalam pengajuan Pemondokan ( seleksi ) jangan didasari dengan harga murah atau tender orang dekat, melainkan keselamatan dan kenyamanan para Jama’ah Haji Indonesia dalam melaksanakan Ibadah Haji dipikirkan matang – matang. Serta dengan pengembalian uang yang dilakukan oleh Departemen Agama selaku Penyelenggara Haji bukan suatu langkah yang akan membuat para Jama’ah Haji bahagia melainkan sebaliknya; ujar Hj. Eka Sapta

Kembalinya Team Pemantau Haji PDI Perjuangan ke Jeddah pada tanggal 28 November 2008 pada pukul 14.08 waktu setempat, Korwil Arab Saudi langsung mengadakan rapat dihari yang sama pada pukul 20.00. Dalam hal ini Sharief Rachmat selaku Mandataris /Plh. Ketua Korwil memberikan ucapan selamat atas kesusksesan para team pemantau Haji PDI Perjuangan atas menjalankan tugasnya.Dan laporan – laporan tersebut akan disampaikan ke DPP dan FPDI Perjuangan. Serta Sharief dalam hal ini juga menilai bahwa Team Pemantau DPR RI yang telah melakukan tugasnya beberapa hari yang lalu dinilai kurang maksimal. Sebab dapat disimak dalam berita – berita, para team pemantau Haji DPR RI hanya mengkritisi masalah Transportasi melainkan masalah pemondokan tidak diutarakan. Hal ini berarti ada perbedaan yang signitifikan dalam memantau pelaksanaan Haji. Atas dasar itu pada tanggal 29 November 2008 Sharief Rachmat menghubungi KH Hasib Wahab selaku team pemantau Haji DPR RI via Handphone yang saat itu sedang dalam perjalanan ke Madina, menyarankan agar team pemantau Haji DPR RI dari FPDI Perjuangan bersedia melakukan pertemuan dengan Korwil PDI Perjuangan Arab Saudi yang bertujuan membahas seputar hasil pantauan team PDI Perjuangan Arab Saudi dan FPDI Perjuangan DPR RI yang nota benenya menyatukan suara dan hasil laporannya. (Iqbal)

Laporan Team Pemanatau Haji

PDI Perjuangan Arab Saudi

Hj. Eka Sapta

Wakil Sekretaris I

Calon DPR RI Dapil Lampung 2

HP. ( Indonesia – 0062 81382156515 ) & ( Arab Saudi – +966 504381048 )

21
Nov
08

PDI PERJUANGAN AKAN MELEBARKAN SAYAPNYA KE CAIRO

582

Pada tanggal 20 November 2008, KORWIL PDI Perjuangan Arab Saudi melalui Sharief Rachmat selaku Plh/Mandataris Ketua Korwil melakukan pembicaraan dengan salah satu Mahasiswa Al Azhar Cairo yaitu Bakhrul Huda Misbah atau Huda. Beliau ( Huda ) adalah salah satu simpatisan yang akan mendeklarasikan PDI Perjuangan di Cairo.

Pembicaraan kedua kader PDI Perjuangan yang berada di Luar Negeri yang berlainan terlihat cukup serius, khususnya dalam pembahasan pembentukan BP Pemilu PDI Perjuangan di Cairo. Dan dalam hal ini saudara Huda menyampaikan kepada Sharief agar perlunya persamaan dan penyatuan visi / misi antara Cairo dan Arab Saudi,  hal itu demi terjalinnya kerja sama yang solid khususnya di Timur Tengah. Serta atas dasar persamaan idioligi yang membuat beliau ( Huda ) beserta teman – teman mahasiswa terpanggil untuk mendirikan PDI Perjuangan di Cairo. Dan insyaAllah dalam waktu dekat saudara Huda akan berkunjung ke Arab Saudi dengan maksud ingin melakukan dan bersilaturahmi dengan Korwil Arab Saudi demi memantapkan persiapan pendirian PDI Perjuangan di Cairo, sekaligus menjalankan Ibadah Haji; ujar Huda

Pernyataan saudara Huda disambut bahagia oleh saudara Sharief Rachmat, hal itu dikarenakan kesediaan dan keseriusan teman – teman mahasiswa untuk bergabung dalam mendirikan PDI Perjuangan di Cairo. WNI di Cairo memang juga turut diperhitungkan khususnya para pelajar dan pemuda yang untuk kedepannya menjadi tombak dan penerus – penerus bangsa. InsyaAllah apabila semuanya berjalan lancar, Korwil Arab Saudi akan mengagendakan suatu program kerja yang pada nantinya akan turut melibatkan PDI Perjuangan di Cairo. Dan untuk saat ini alangkah baiknya kita memfokuskan langkah kita ke Pemilu Legislatif dan mempersiapkan diri untuk memenangkan Ibu Hj. Megawati Soekarno Putri melaju ke Presiden RI Tahun 2009 – 2014.

Perkenalan saudara Sharief Rachmat dengan Bakhrul Huda Misba beawal dari dunia chyber seperti chating via Yahoo Messenger. Perkenalannya pun tanpa disengaja, yang di luar dugaan bahwa Bakhrul Huda Misbah mempunyai kesamaan dengan Sharief terhadap PDI Perjuangan. Pada saat itulah Sharief Rachmat menawarkan dan menyarankan kepada  Huda kiranya sanggup untuk mendirikan PDI Perjuangan di Cairo. Alhamdulillah tawaran dan saran Sharief Rachmat disambut positif oleh Huda, yang pada akhirnya komunikasi mereka semakin berlanjut hingga sekarang.

Dengan itu keluarga besar PDI Perjuangan di Arab Saudi, mendoakan dan menudukung sepenuhnya teman – teman mahasiswa di Cairo agar dapat berjalan mulus dan dipermudah untuk pendeklarasiannya. Serta DPP PDI Perjuangan akan menyambut positi apabila pengibaran PDI Perjuangan berhasil sampai di Cairo.

20
Nov
08

KORWIL ARAB SAUDI AKAN MEMBERIKAN DUKUNGAN KEPADA SALAH SATU CALEG DKI DAPIL 2 YANG MAMPU MEMBAWA ASPIRASI TKI DI LUAR NEGERI

meyong

Koordinator Wilayah PDI Perjuangan Arab Saudi atau KORWIL PDI Perjuangan Arab Saudi mengadakan pertemuan bersama BP Pemilu dan Organisasi Korwil pada hari Rabu, 19 November 2008 pukul 18.30 waktu setempat. Dan turut hadir kader terhormat seperti Hery S. Suritnoe dan Hj. Eka Sapta ( Caleg DPR RI Dapil Lampung 2 ).

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sharief Rachmat selaku mandataris / Plh. Ketua Korwil PDI Perjuangan Arab Saudi, dengan agenda pembahasan :

  1. Pembekalan Juru Kampanye yang diarahkan oleh Hj. Eka Sapta
  2. Pembahasan persiapan Pemilu 2009
  3. Kriteria para caleg DPR RI Dapil DKI 2, yang akan didukung

Dalam arahan Hj. Eka Sapta kepada pengurus menekankan agar dapat berjiwa besar dan tetap bersatu dalam menangani suatu perbedaan pandangan serta problematika baik internal maupun sebaliknya, karena dengan hal itu perjuangan dalam mengkampanyekan PDI Perjuangan dan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri dapat berjalan. Perbedaan pandangan serta tantangan sudah hal yang wajar, tetapi langkah para pengurus tetap harus menyatu dan merapat itu harus dipertahankan. Untuk itulah mulai saat ini berjiwa besar serta hilangkan sifat egois.  Perang kita sudah dimulai dan sudah waktunya kita merahkan Arab Saudi dengan kerja keras, gotong royong, dan bersatu. Turut kita sadari bahwa Arab Saudi adalah negara yang tertutup, dan kita tidak bisa melakukan gerak kampanye seperti di tanah air tetapi hal itu bukanlah menjadi penghambat. Untuk itulah para pengurus dari tingkat atas sampai bawah agar turun kelapangan dan menyapa para TKi dari hati ke hati. Kerahkan para kader wanita dan pemuda untuk masuk dari rumah ke rumah atau menemui para TKI di jalanan seperti sopir atau sejenisnya. Berikan penjelasan kepada mereka dan tampung keluhannya serta tarik hatinya agar bersatu dengan kita dan jangan lupa jelaskan kepada mereka bahwa PDI Perjuangan menugaskan kader – kadernya di DPR RI yang memiliki komitmen memperjuangkan TKi di Luar Negeri serta ingatkan bahwa agar memilih Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden RI 2009 – 2014. Kita harus dan wajib menunjukkan citra positif Partai terhadap masyarakat dan juga kita harus dan wajib mengajak serta memberikan penjelasan kepada para TKI untuk tidak Golput, sebab masa depan Indonesia ditentukan oleh kita sendiri yang memiliki hak memberikan suara kepada wakil rakyat dan Pemimpin. Maka itu saya berharap kepada teman – teman pengurus agar bermental kuat serta ketulusannya dalam memenangkan PDI Perjuangan dan Ibu Hj. Megawati Soerkarnoputri menjadi Preiden RI. Saya jamin perjuangan dan usaha teman – teman semua tidak akan dilupakan oleh PDI Perjuangan dan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri; ujar Hj. Eka Sapta diakhir pembicaraannya.

Dalam persiapan kampanye, Korwil PDI Perjuangan Arab Saudi untuk tahap awal akan terus melakukan pendekatan dan komunikasi kepada para pendukung PDI Perjuangan melalui para team lapangan yang dikoordinir oleh Sharief Rachmat selaku BP Pemilu. Hal itu dilakukan demi mempertahankan suara tetap para pendukung PDI Perjuangan dan juga demi menarik simpati para masyarakat, Korwil mendatangi dan memberikan bantuan semampunya kepada para TKI yang ditelantrakan di bahwa jembatan untuk dideportasi. Sharief Rachmat dalam melakukan program tersebut mengambil alih untuk turun langsung mendatangi para TKI tersebut dengan ditemani oleh beberapa pengurus lainnya.  Kunjungan perwakilan Korwil tersebut yang mendatangi dan berkomunikasi langsung dengan para TKI di bawah jembatan disambut antusias oleh para TKI yang akan dideportasi, hal itu dikarenakan belum adanya tokoh Partai atau Perwakilan RI Saudi Arabia yang datang atau menjenguk mereka. Untuk itulah PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik menjadi Partai pertama yang tidak gengsi untuk masuk dan berbaur bersama TKI di bawah jembatan. Langkah tersebut mempunyai 2 alasana seperti

  1. Menunjukkan kepada masyarakat bahwa PDI Perjuangan adalah Partai yang benar – benar peduli terhadap kaum butuh di luar negeri baik yang berstatus legal maupun sebaliknya.
  2. Menunjukkan citra positif Partai terhadap TKI yang akan dideportasi, dikarenakan para TKI tersebut akan memberikan suaranya di daerahnya masing – masing ketika telah sampai di Indonesia. Yang pada akhirnya kami dalam hal tersebut menyampaikan agar memberikan dukungan kepada PDI Perjuangan serta Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri untuk menjadi Presiden RI tahun 2009 – 2014, serta kami pun mengingatkan kepada mereka juga turut mengajak para keluarganya untuk mendukung.

Seperti yang kita ketahui bahwa pada Pemilu bulan April nanti, kita akan memilih pra calon wakil rakyat yang akan duduk di DPR RI. Untuk itulah perlunya kesadaran, ketelitian, dan keyakinan kepada siapa kita memberikan dukungan dan mandat khususnya yang mampu membawa dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Sesuai UU Pemilu bahwa suara Luar Negeri akan disatukan ke Dapil DKI Jakarta 2, maka itu Korwil yang akan mewakili TKI di Arab Saudi akan menjaring dan mempelajari para caleg DPR RI Dapil 2 dari PDI Perjuangan. Seperti yang sudah tertera dalam Website KPU dan DPP PDI Perjuangan bahwa caleg DPR RI Dapil DKI Jakarta 2 dari PDI Perjuangan terdiri dari 8 orang sebagai berikut :

  1. Ir. Eriko Sotarduga B. P. S
  2. Syahriz Ferdian Aziz, B. SC. MBA
  3. Apong Herlinan SH, MH
  4. DRS. Helmi Hidayat, MA
  5. H. Endang Hamdani, S.IP
  6. Siti Ame Silitonga, SE
  7. Raya Pertiwi
  8. Nani Kusumawardani S. P. D

Dalam pandangan Korwil, kedelapan caleg tersebut memiliki tanggung jawab serta kualitas dan kuantitas yang tidak diragukan lagi. Oleh karena itu lah, dalam pertemuan tersebut Korwil Arab Saudi memutuskan

  • Melakukan komunikasi dengan kedelapan caleg DPR RI Dapil DKI Jakarta 2.
  • Memberitahukan kepada delapan caleg DPR RI Dapil DKI Jakarta 2 agar mengirimkan visi dan misnya terhadap TKI di Luar Negeri serta komitmen dalam kerja sama terhadap Korwil PDI Perjuangan Arab Saudi dalam jangka pendek dan panjang.

Untuk itu dalam pertemuan tersebut disepakati oleh seluruh Pengurus, bahwa penentuan dukungan Korwil Arab Saudi akan diputuskan setelah mempelajari visi dan misi dari masing – masing caleg yang telah dikirimkan kepada kami. Dan pertemuan tersebut diakhiri dengan makan malam bersama pada pukul 23.45 waktu setempat.

Serta sesuai informasi dari PPLN Jeddah, Saudi Arabia bahwa jumlah WNI yang telah terdaftar untuk mengikuti Pemilu pada bulan April tahun 2009 di Saudi Arabia sekitar 50 ribu orang ( 30%). Untuk itu Korwil PDI Perjuangan mendesak PPL Saudi Arabi agar meningkatkan kinerjanya dan terus mendata para WNI yang belum terdaftar, sebab jumlah WNI di Saudi Arabia diperkirakan 400 ribu lebih.




RUBRIK

Sekretariat

A/n. SHARIEF RACHMAT P. O. Box 11173 Jeddah 21453 Fax. +966 2 645 6240 Hp. +966 507 371 256

KALENDER

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930