Arsip dari penulis : Arab Saudi

25
Jul
09

WEBSITE RESMI KORWIL PDI PERJUANGAN ARAB SAUDI

Merdeka !!!

Dengan ini kami mengundang saudara saudari untuk mengunjungi situ resmi Korwil PDI Perjuangan Arab Saudi dengan alamat sebagai berikut

www.pdiperjuangan-ksa.org

28
Mar
09

Sosialisasi Pemilu dan Deklarasi Kampanye Damai di Cairo

Cairo. Pada hari rabu, 25 Maret 2009 PPLN Cairo mengadakan acara yang bertema ” Sosialisasi Pemilu dan Deklarasi Kampanye damai oleh simpatisan -simpatisan Partai Politik Indonesia di republik arab Mesir “. Aula Sholah Kamil tempat dilaksanakannya acara tersebut, sekaligus ratusan mahasiswa Indonesia Cairo sangat antusias untuk menyaksikannya. Acara yang dimulai setelah sholat Maghrib dan berakhir pada pukul sepuluh lebih lima belas menit tersebut cukup menarik perhatian rekan-rekan yang hadir, terbukti bagaimana antusiasnya para hadirin dengan ramainya pertanyaan dan tepuk tangan sewaktu PPLN dan lima simpatisan parpol yang mempresentasikan profile partainya masing-masing. Kelima partai tersebut adalah PDI Perjuangan, Golkar, PKNU, PKS, dan Demokrat.

Acara diawali dengan pembacaan Al Qur’an diteruskan dengan sambutan dari PPLN dan Presiden Persatuan Pelajar dan mahasiswa Indonesia (PPMI), kemudian acara pembacaan Deklarasi Pemilu damai yang sudah didiskusikan sebelumnya di gedung Konsuler Nasr City dan penandatanganan draf tersebut oleh lima representasi Partai yang ada dan organisasi-organisasi masyarakat Indonesia di Mesir. Selanjutnya acara tentang tata cara pencontrengan dan presentasi Parpol yang ada.

Dalam acara yang berjalan kurang lebih empat jam tersebut, Presentasi profile Partai PDI Perjuangan diwakili oleh Bakhrul Huda selaku Ketua BP Pemilu di Cairo. Dalam pernyataan Huda setelah acara berakhir mengatakan ” Acara ini cukup ramai dan temen-teman antusias sekali menyambut acara ini, setidaknya dengan adanya keterbatasan dana BP Pemilu di Cairo, acara ini sangat membantu temen-temen untuk mengkampanyekan PDI Perjuangan secara luas.

19
Mar
09

BP Pemilu PDI Perjuangan Mesir

Cairo- PPLN Mesir mengundang segenap komponen masyarakat Indonesia di Mesir (yang biasa disebut Masisir) dalam acara perumusan deklarasi Pemilu Damai 2009 di gedung Konsuler KBRI Cairo yang berada di bilangan district 10 Nasr City. Pertemuan yang berjalan kurang lebih lima jam tersebut dihadiri sekitar empat puluh person yang mewakili beberapa unsur, baik dari organisasi Kekeluargaan, Afiliatif, Senat, maupun simpatisan-simpatisan Parpol yang ada di Indonesia.

Bakhrul Huda, selaku anggota Komunitas Banteng Mesir yang mendapat undangan resmi PPLN mewakili PDI Perjuangan juga hadir pada saat itu, ia mengatakan bahwa dalam acara tersebut PPLN mencoba menfasilitasi Organisasi-organisasi yang ada di Masisir untuk mengajak dan merumuskan suatu draf yang ditanda tangani semua demi terciptanya Pemilu yang sukses dan damai.

Dari hasil pertemuan tersebut dihasilkan dua draf deklarasi,  pertama yang ditanda tangani semua organisasi non Parpol Masisir berisi 4 butir kesepakatan tentang anjuran dan himbaun untuk semua Masisir agar ikut berpartisipasi dan menjaga ketertiban Pemilu. sedang draf kedua yang ditandatangani simpatisan Parpol -yang pada saat rapat itu hanya dihadiri empat simpatisan parpol saja- berisi tujuh butir tentang komitmen untuk mematuhi segala peraturan dan undang-undang yang ada.

Pemilu tinggal menghitung hari, namun Komunitas Banteng Mesir yang baru saja menerima Surat Tugas BP Pemilu dari DPP PDI Perjuangan masih terlihat adem ayem dan terlihat tidak ada usaha kampanyenya. “Bukan berarti kita tidak ada usaha, kita memang terlihat adem ayem sampai saat ini. Ya, memang tidak seperti parpol tetangga yang sudah bergerak dari kemarin-kemarin membagikan kalander, stiker dan souvenir lainnya, tapi mau gimana lagi, bantuan dana dari Caleg dan DPP PDI Perjuangan belum turun sampai saat ini, sehingga metode kampanye kita hanya bisa lewat mulut ke mulut dan pesan-pesan singkat melalui Yahoo Messenger” ujar Thomas salah satu anggota Komunitas Banteng menanggapi.

Namun untuk kedepan kita akan rogoh kocek kita sendiri untuk membuat semacam panflet tentang profile PDI Perjuangan dan Caleg Dapil DKI Jakarta II dan luar negeri, yang akan kami sebar sekitar kita” lanjut Huda yang juga berharap ada bantuan dana dari Indonesia yang cepat cair agar bisa berkampanye dengan skala besar.

Sebagian Anggota Komunitas Banteng juga merasa kecewa atas Tanggapan yang lambat dari DPP di Indonesia untuk membuat Surat Tugas Badan Pemenangan (BP) Pemilu di Mesir. padahal sudah sejak rakernas kemarin diajukan namun baru kemarin pada tanggal 19 Maret 2009 SK tersebut dengan nomor : 1365/ST/DPP/III/2009 turun. “kami sudah memahamkan teman-teman tentang keterlambatan itu, ya alhamdulillah mereka memahami, insya allah kita siap membawa PDI Perjuangan menjadi partai alternatif di Mesir bersaing dengan Parpol-parpol yang sudah lebih dulu” tambah Huda yang menjadi ketua BP Pemilu PDI Perjuangan Republik Arab Mesir.[bhm]

14
Mar
09

Sosialisasi PDI Perjuangan di Arab Saudi

sharief-rachmat2Kader PDI Perjuangan di Arab Saudi saat ini telah giat mensosialisasikan salah satu Calon Anggota Legislatif DPR RI Dapil II DKI. Hal tersebut dapat dilihat dengan merebaknya stiker – stiker PDI Perjuangan serta para Jurkam yang tak henti hentinya melakukan diskusi dengan para TKI diberbagai tempat.

Sharief Rachmat selaku Kepala BP Pemilu Saudi Arabia menyatakan bahwa gebrakan – gebrakan PDI Perjuangan yang telah dilakukan saat ini semua atas usaha dan masukan  teman – teman PDI Perjuangan yang sudah memahami situasi dan kondisi dilapangan. Dan walaupun keterbatasan materi kampanye yang dengan modal stiker, bagi kami bukanlah suatu hal yang menghambat perjuangan. Untuk itulah kami tetap bertekad dan berusaha semaksimal mungkin memenangkan Pemilu Legislatif dengan mensosialisasikan salah satu caleg yang bukan sekedar berani berjanji melalui lisannya melainkan berani menandatangani Surat IKRAR yang kami ajukan dan pada nantinya akan disebarkan kepada WNI di Saudi Arabia untuk menjadi saksi. WNI di Saudi Arabia sudah lelah dengan janji lisan melainkan mereka ingin seorang wakil rakyat yang berani berikrar di atas kertas untuk memperjuangkan hak – haknya sebagai TKI. Dan alhamdulillah harapan tersebut menjadi kenyataan.

Serta perlu dilaporkan pula bahwa teman – teman di Mesir yang tergabung dalam Komunitas Banteng dibawah pimpinan saudara Bakhrul Huda, perlu diacungin jempol dalam perjuangan mensosialisasikan PDI Perjuangan. Walaupun keberadaan mereka belum disahkan oleh DPP, mereka tetap berjuang demi memenangkan PDI Perjuangan di Mesir.;ujar Sharief Rachmat

Dalam laporannya PPLN Saudi Arabia menjelaskan bahwa jumlah Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) sebanyak 91. 696 orang yang nantinya suara tersebut akan dialokasikan ke Dapil II DKI.

Pada dasarnya, PDI Perjuangan Arab Saudi menyatakan  siapapun dari kedelapan caleg PDI Perjuangan Dapil II DKI yang berhasil menjadi DPR RI, kami hanya berharap hak – hak saudara – saudara kita dapat diperjuangkan semaksimal mungkin.

12
Feb
09

Ketua Umum Ajak Kaum Ibu Di Bekasi Budayakan Gotong Royong

Budaya gotong royong bangsa Indonesia sudah mulai luntur menjadikan masalah sosial semakin memperhatinkan, banyak anak-anak terlantar dipingiran jalan membuat sedih hari seorang Ibu Titin, Wali murid yang sudah membangun TPQ untuk anak-anak jalanan, yang mengungkapkan perasaan kepada Ketua Umum Hj.Megawati Soekarnoputri saat berdialog di SDN Kayuringin Jaya XXIII, Kota Bekasi, Kamis (12/02).

“Saya senang sekali kalau ibu Titin mempunyai kreativitas, karena yang saya sayangkan budaya gotongroyong sudah milai luntur.Coba perhatikan kalau ibu-ibu yang di sini mempunyai persepsi dan perasaan yang sama dengan ibu Titin,” kata Ketua Umum Hj Megawati Soekarnopitri di hadapan para guru dan wali murid pagi tadi.

Menurut Ketua Umum, masalah seperti ini dikarenakan Ibu-ibunya banyak dengan kesibukan sendiri, sering kali menelantarkan anak-anaknya sendiri. “Anak-anak yang dijalan pasti mempunyai orang tua, malah anak-anak yang dijalan itu disuruh oleh orang tuanya sendiri untuk mencari tambahan uang, ini yang menjadi problem, anak-anak jalanan mendapatkan dampak sosial yang sangat besar,” ungkapnya

Di samping banyaknya anak-anak yang dipinggir jalan mencari uang, Ketua Umum juga mengingatkan akan bahaya penyakit penular HIV/AIDS. Indikasinya, menurut beliau, anak jalanan justru memperhatinkan, justru mereka ini banyak yang sudah kena, sangat memperhatinkan. “Jadi Ibu-ibu saya juga minta supaya, mari bergotong-royong, bagaiman saling menjaga,” lanjut Hj Megawati Soekarnoputri.

Untuk itu tokoh nasional yang dicalonkan PDI Perjuangan sebagai Presiden RI ini mengajak masyarakat Bekasi, khususnya para wali murid yang hadir untuk bergotong royong mengatasi persoalan-persoalan tersebut.

“Mari bergotong royong saling menjaga. Ini semua promlem kita, bukan hanya problem saya semata, walikota semata, tapi seluruh masyarakat harus bergotong royong kembali, membentuk bagaimana masyarakat Indonesia suka bergotong  royong, salang menolong satu sama lain tidak berpikir untuk dirinya sendiri. Kalau ada banyak orang seperti ibu Titin ini di Bekasi, maka banyak anak kita juga akan terlindungi,” ujarnya.[kin]

02
Feb
09

Megawati: Rombak PBB Demi Palestina-Israel

KONFLIK antara Palestina dengan Israel yang sampai saat ini masih saja berlarut-larut menjadikan Rapat Kerja Nasional IV PDI Perjuangan di Solo, Jawa Tengah, merekomendasikan desakan kepada pemerintah untuk berperan aktif dalam perdamaian dunia.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pidato sambutannya pada acara itu menyampaikan rasa keprihatinannya yang mendalam atas konflik tak berkesudahan tersebut. “Kita melihat pertikaian tersebut telah menjadi krisis kemanusiaan,” kata Mega.

Ia pun berharap, sengketa Palestina dengan Israel dapat diselesaikan melalui cara-cara damai berdasarkan prinsip saling menghormati dan saling mengakui kedaulatan masing-masing negara. Penyelesaian pertikaian itu sendiri tentunya tidak lepas dari peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diharapkan semua pihak menjadi pendorong terciptanya perdamaian.

Sedang kenyataan saat ini, PBB masihlah cerminan konstelasi pasca perang dunia II. “Padahal dunia sudah sangat berubah. Negera-negara besar terus bermunculan,” tandas Mega.

Untuk itu, revitalisasi dan restrukturisasi PBB harus terus dilakukan. Caranya, “Perluasan keanggotaan tetap dewan keamanan PBB, penghapusan hak veto, dan peningkatan intervensi humanitarian,” tambah Mega.

Keprihatinan atas agresi Israel terhadap Palestina itu menjadi sikap partai seperti dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor 383/KPTS/DPP/I/2009 tentang keputusan dan rekomendasi Rakernas IV PDI Perjuangan.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Ir Pramono Anung W, dalam surat keputusan itu menegaskan, “Rakernas mendesak pemerintah ikut serta di dalam mengusahakan perdamaian dunia dengan berperan aktif agar berbagai pelanggaran hak warga negara, kedaulatan bangsa dan pelanggaran kemanusiaan tidak lagi terjadi di bumi Palestina.” (ru)

23
Jan
09

SBY Tak Populer di Kalangan Buruh

Kalah oleh Megawati dan Jusuf Kalla
(Jawa Pos )
JAKARTA – Suara buruh dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 mengisyaratkan tidak bulat ke capres tertentu. Survei nasional yang dilakukan Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu itu menyebutkan bahwa 80,6 persen responden menyatakan tak ingin SBY terpilih lagi.

Dalam survei yang khusus memotret suara kaum buruh tersebut, hanya 17,6 persen yang menginginkan sebaliknya. Sisanya, 2,2 persen, memilih untuk abstain.

”Senang atau tidak, inilah faktanya,” ujar Ketua Presidium FSP BUMN Bersatu FX Arif Poyuono saat memaparkan hasil survei lembaganya di Hotel Aston, Jakarta, kemarin (22/1). Dia menambahkan, gencarnya gerakan populis dari SBY akhir-akhir ini ternyata tak berpengaruh besar pada persepsi kaum buruh.

Kekecewaan kaum buruh terhadap kebijakan pemerintah soal perburuhanlah yang diperkirakan menjadi penyebabnya. Survei tersebut mengungkap, 79,4 responden menganggap kebijakan pemerintah buruk, terutama menyangkut penetapan upah buruh. Hanya 9,6 persen yang menyatakan tetap, 9,3 persen menilai baik, dan 1,7 persen abstain.

”Harus diakui bahwa banyak kebijakan SBY soal buruh yang memang tidak populis, terkesan tidak berpihak pada buruh,” ujarnya. Misalnya, kata Arif, keluarnya SKB empat menteri beberapa waktu lalu yang memancing protes luas dari kalangan buruh di hampir seluruh daerah.

Namun, di bagian lain survei, SBY muncul sebagai tokoh yang paling sering diperbincangkan menjelang pemilu. SBY paling sering dibicarakan 34,9 persen responden, disusul Megawati Soekarnoputri (14,2 persen), Jusuf Kalla (14,4 persen), Prabowo Subianto (12,8 persen), dan beberapa tokoh lain.

”Ini menarik, SBY paling banyak dibicarakan buruh. Tetapi, mengingat tingkat keterpilihannya, sepertinya yang dibicarakan adalah hal-hal negatif,” ujar Arif.

Lantas, siapa yang dianggap paling bisa memperbaiki nasib buruh? Survei itu mengungkap, Megawati menduduki posisi puncak. Capres PDI Perjuangan tersebut dipilih 30,7 persen responden. Jusuf Kalla membayangi di bawahnya dengan 19,6 persen, baru kemudian SBY 12,7 persen, dan tokoh-tokoh lain.

Mantan anggota KPU Mulyana W. Kusumah menilai, survei itu menjadi menarik karena hanya dilakukan di internal buruh. “Kalau survei ini serius, kebenarannya akan lebih tinggi karena homogenitas responden juga lebih tinggi ketimbang survei pada umumnya,” ujarnya.

Dia pun memahami tingginya angka responden yang menyatakan tak akan memilih SBY lagi pada 2009. ”Sebab, selama ini, anggota kabinet dan jajaran pemerintah di bidang perburuhan memang terkesan kurang berkomunikasi dengan buruh,” tambahnya. Akibatnya, lanjut Mulyana, buruh tidak mengetahui program positif pemerintah di bidang perburuhan. (dyn/mk)

30
Nov
08

TEAM PEMANTAU HAJI PDI PERJUANGAN ARAB SAUDI TAHUN 2008 M / 1429 H ” KESENGSARAAN JAMA’AH HAJI INDONESIA DI KOTA MAKKAH ”

wklsek-korwil-hj-eka-sapta2

Jeddah – Pada tanggal 25 November 2008 Team Pemantau Haji PDI Perjuangan yang berjumlah 5 orang yang dipimpin oleh Ibu Hj. Eka Sapta selaku Wakil Sekretaris I Korwil Arab Saudi sekaligus calon legislatif DPR RI Dapil Lampung 2 berangkat ke kota Makkah pada pukul 07.25 waktu setempat untuk melaksanakan tugas Korwil khususnya memantau pelaksanaan Haji tahun 2008 M / 1429 H sekaligus berkomunikasi dengan Jama’ah Haji Indonesia. Selama melakukan pemantauannya, ada beberapa hal yang menjadi catatan utama yang perlu dipertanyakan atau dipertanggung jawabkan oleh pemerintah RI khususnya Departemen Agama selaku Penyelenggara.

Dalam laporan team pemantau Haji PDI Perjuangan Arab Saudi, Ibu Hj. Eka Sapta selaku pimpinan rombongan tersebut menyampaikan beberapa permasalah, seperti halnya yang kita ketahui bahwa Pemerintah Saudi Arabia saat ini telah melakukan pembokaran sekitar Masjid Al Haramain dengan maksud untuk merenovasi dan memperlebar sekitar Masjid. Dengan adanya hal tersebut Departemen Agama RI selaku penyelenggara Haji memutuskan dan terpaksa menyewa tempat tinggal atau pemondokan Jama’ah Haji Indonesia dengan jarak yang jauh dari Masjidil Al Haramain yang kira – kira 12 KM. Dengan adanya hal tersebut, Penyelenggara Haji RI seperti yang kita ketahui beralasan bahwa pemondokan yang dekat dengan Masjid Al Haramain telah dirobohkan. Tetapi dalam hal ini sesuai pantauan yang kita lihat, bahwa gedung atau pemondokan yang dirobohkan tersebut adalah pemondokan yang biasa digunakan oleh ONH Plus. Dan yang menjadi pertanyaan Korwil dan Team Pemantau Haji PDI Perjuangan Arab Saudi yaitu Mengapa daerah yang biasa atau bertahun tahun digunakan oleh para Jama’ah Haji Indonesia seperti Misfala, Kudai, Bahutma, Jarwal, Hafayer, Tayser, Hujun tidak dipergunakan atau disewa kembali? Melainkan saat ini pemondokan – pemondokan di daerah tersebut yang jaraknya dekat dengan Masjidil Al Haramain telah digunakan oleh Negara lain seperti Afrika, India, dan Pakistan. Tetapi sangat disayangkan sekali Departemen Agama selaku penyelenggara Haji memilih daerah atau wilayah yang jaraknya jauh dari Masjidil Al Haramian seperti Sauqiyah, Kakkiyah, Awali, Nuzha, Zahir. Dengan ditempatkan di daerah atau wilayah tersebut, Jama’ah Haji Indonesia kesulitan untuk mencari toko atau restauran. Hal ini telah membuat Jama’ah Haji Indonesia tersiksa karena harus menerima kenyataan yang tidak semestinya.

Dan juga dengan ditempatkan Jama’ah Haji Indonesia yang jauh dari Masjid Al Haramain, Departemen Agama selaku penyelenggara Haji mengambil solusi menyediakan Transportasi dari Pemondokan ke Masjid Al Haramain atau sebaliknya. Langkah itu memang sudah baik tetapi dalam pengaturan dan pelaksanaannya sangat kacau sekali seperti halnya jama’ah Haji harus berlari lari dan berdesak desakan untuk masuk kedalam Bus yang telah disediakan. Jama’ah Haji Indonesia yang ditemui oleh Ibu Hj. Eka Sapta beserta rombongan banyak yang mengeluh dengan situasi dan kondisi tersebut, sebab hal itu telah membuat rasa tidak nyaman bagi para Jama’ah khususnya keselamatan mereka. Serta dengan minimnya penyediaan Transportasi, para Jama’ah Haji Indonesia harus menunggu berjam jam kedatangan Bus Angkutan tersebut serta yang menyedihkan sekali banyaknya Jama’ah yang usia lanjut Dan juga demi menjaga keselamatannya para Jama’ah Haji Indonesia terpaksa memilih untuk berdiam diri dan menginap di sekitar Masjid Al Haramain. Adapula beberapa Jama’ah Haji Indonesia yang ingin mengambil jalan pintas seperti menggunakan TAXI, tetapi hal terssebut dapat dikhawatirkan Jama’ah Haji akan mudah tersessat.

Atas dasar itulah Ibu Hj. Eka Sapta beserta rombongan berharap agar Departemen Agama selaku penyelenggara Haji untuk menambah jumlah penyediaan transportasi bagi Jama’ah Haji Indonesia serta tak lupa agar Kantor Haji Indonesia di Jeddah dalam pengajuan Pemondokan ( seleksi ) jangan didasari dengan harga murah atau tender orang dekat, melainkan keselamatan dan kenyamanan para Jama’ah Haji Indonesia dalam melaksanakan Ibadah Haji dipikirkan matang – matang. Serta dengan pengembalian uang yang dilakukan oleh Departemen Agama selaku Penyelenggara Haji bukan suatu langkah yang akan membuat para Jama’ah Haji bahagia melainkan sebaliknya; ujar Hj. Eka Sapta

Kembalinya Team Pemantau Haji PDI Perjuangan ke Jeddah pada tanggal 28 November 2008 pada pukul 14.08 waktu setempat, Korwil Arab Saudi langsung mengadakan rapat dihari yang sama pada pukul 20.00. Dalam hal ini Sharief Rachmat selaku Mandataris /Plh. Ketua Korwil memberikan ucapan selamat atas kesusksesan para team pemantau Haji PDI Perjuangan atas menjalankan tugasnya.Dan laporan – laporan tersebut akan disampaikan ke DPP dan FPDI Perjuangan. Serta Sharief dalam hal ini juga menilai bahwa Team Pemantau DPR RI yang telah melakukan tugasnya beberapa hari yang lalu dinilai kurang maksimal. Sebab dapat disimak dalam berita – berita, para team pemantau Haji DPR RI hanya mengkritisi masalah Transportasi melainkan masalah pemondokan tidak diutarakan. Hal ini berarti ada perbedaan yang signitifikan dalam memantau pelaksanaan Haji. Atas dasar itu pada tanggal 29 November 2008 Sharief Rachmat menghubungi KH Hasib Wahab selaku team pemantau Haji DPR RI via Handphone yang saat itu sedang dalam perjalanan ke Madina, menyarankan agar team pemantau Haji DPR RI dari FPDI Perjuangan bersedia melakukan pertemuan dengan Korwil PDI Perjuangan Arab Saudi yang bertujuan membahas seputar hasil pantauan team PDI Perjuangan Arab Saudi dan FPDI Perjuangan DPR RI yang nota benenya menyatukan suara dan hasil laporannya. (Iqbal)

Laporan Team Pemanatau Haji

PDI Perjuangan Arab Saudi

Hj. Eka Sapta

Wakil Sekretaris I

Calon DPR RI Dapil Lampung 2

HP. ( Indonesia – 0062 81382156515 ) & ( Arab Saudi – +966 504381048 )

21
Nov
08

PDI PERJUANGAN AKAN MELEBARKAN SAYAPNYA KE CAIRO

582

Pada tanggal 20 November 2008, KORWIL PDI Perjuangan Arab Saudi melalui Sharief Rachmat selaku Plh/Mandataris Ketua Korwil melakukan pembicaraan dengan salah satu Mahasiswa Al Azhar Cairo yaitu Bakhrul Huda Misbah atau Huda. Beliau ( Huda ) adalah salah satu simpatisan yang akan mendeklarasikan PDI Perjuangan di Cairo.

Pembicaraan kedua kader PDI Perjuangan yang berada di Luar Negeri yang berlainan terlihat cukup serius, khususnya dalam pembahasan pembentukan BP Pemilu PDI Perjuangan di Cairo. Dan dalam hal ini saudara Huda menyampaikan kepada Sharief agar perlunya persamaan dan penyatuan visi / misi antara Cairo dan Arab Saudi,  hal itu demi terjalinnya kerja sama yang solid khususnya di Timur Tengah. Serta atas dasar persamaan idioligi yang membuat beliau ( Huda ) beserta teman – teman mahasiswa terpanggil untuk mendirikan PDI Perjuangan di Cairo. Dan insyaAllah dalam waktu dekat saudara Huda akan berkunjung ke Arab Saudi dengan maksud ingin melakukan dan bersilaturahmi dengan Korwil Arab Saudi demi memantapkan persiapan pendirian PDI Perjuangan di Cairo, sekaligus menjalankan Ibadah Haji; ujar Huda

Pernyataan saudara Huda disambut bahagia oleh saudara Sharief Rachmat, hal itu dikarenakan kesediaan dan keseriusan teman – teman mahasiswa untuk bergabung dalam mendirikan PDI Perjuangan di Cairo. WNI di Cairo memang juga turut diperhitungkan khususnya para pelajar dan pemuda yang untuk kedepannya menjadi tombak dan penerus – penerus bangsa. InsyaAllah apabila semuanya berjalan lancar, Korwil Arab Saudi akan mengagendakan suatu program kerja yang pada nantinya akan turut melibatkan PDI Perjuangan di Cairo. Dan untuk saat ini alangkah baiknya kita memfokuskan langkah kita ke Pemilu Legislatif dan mempersiapkan diri untuk memenangkan Ibu Hj. Megawati Soekarno Putri melaju ke Presiden RI Tahun 2009 – 2014.

Perkenalan saudara Sharief Rachmat dengan Bakhrul Huda Misba beawal dari dunia chyber seperti chating via Yahoo Messenger. Perkenalannya pun tanpa disengaja, yang di luar dugaan bahwa Bakhrul Huda Misbah mempunyai kesamaan dengan Sharief terhadap PDI Perjuangan. Pada saat itulah Sharief Rachmat menawarkan dan menyarankan kepada  Huda kiranya sanggup untuk mendirikan PDI Perjuangan di Cairo. Alhamdulillah tawaran dan saran Sharief Rachmat disambut positif oleh Huda, yang pada akhirnya komunikasi mereka semakin berlanjut hingga sekarang.

Dengan itu keluarga besar PDI Perjuangan di Arab Saudi, mendoakan dan menudukung sepenuhnya teman – teman mahasiswa di Cairo agar dapat berjalan mulus dan dipermudah untuk pendeklarasiannya. Serta DPP PDI Perjuangan akan menyambut positi apabila pengibaran PDI Perjuangan berhasil sampai di Cairo.

20
Nov
08

KORWIL ARAB SAUDI AKAN MEMBERIKAN DUKUNGAN KEPADA SALAH SATU CALEG DKI DAPIL 2 YANG MAMPU MEMBAWA ASPIRASI TKI DI LUAR NEGERI

meyong

Koordinator Wilayah PDI Perjuangan Arab Saudi atau KORWIL PDI Perjuangan Arab Saudi mengadakan pertemuan bersama BP Pemilu dan Organisasi Korwil pada hari Rabu, 19 November 2008 pukul 18.30 waktu setempat. Dan turut hadir kader terhormat seperti Hery S. Suritnoe dan Hj. Eka Sapta ( Caleg DPR RI Dapil Lampung 2 ).

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sharief Rachmat selaku mandataris / Plh. Ketua Korwil PDI Perjuangan Arab Saudi, dengan agenda pembahasan :

  1. Pembekalan Juru Kampanye yang diarahkan oleh Hj. Eka Sapta
  2. Pembahasan persiapan Pemilu 2009
  3. Kriteria para caleg DPR RI Dapil DKI 2, yang akan didukung

Dalam arahan Hj. Eka Sapta kepada pengurus menekankan agar dapat berjiwa besar dan tetap bersatu dalam menangani suatu perbedaan pandangan serta problematika baik internal maupun sebaliknya, karena dengan hal itu perjuangan dalam mengkampanyekan PDI Perjuangan dan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri dapat berjalan. Perbedaan pandangan serta tantangan sudah hal yang wajar, tetapi langkah para pengurus tetap harus menyatu dan merapat itu harus dipertahankan. Untuk itulah mulai saat ini berjiwa besar serta hilangkan sifat egois.  Perang kita sudah dimulai dan sudah waktunya kita merahkan Arab Saudi dengan kerja keras, gotong royong, dan bersatu. Turut kita sadari bahwa Arab Saudi adalah negara yang tertutup, dan kita tidak bisa melakukan gerak kampanye seperti di tanah air tetapi hal itu bukanlah menjadi penghambat. Untuk itulah para pengurus dari tingkat atas sampai bawah agar turun kelapangan dan menyapa para TKi dari hati ke hati. Kerahkan para kader wanita dan pemuda untuk masuk dari rumah ke rumah atau menemui para TKI di jalanan seperti sopir atau sejenisnya. Berikan penjelasan kepada mereka dan tampung keluhannya serta tarik hatinya agar bersatu dengan kita dan jangan lupa jelaskan kepada mereka bahwa PDI Perjuangan menugaskan kader – kadernya di DPR RI yang memiliki komitmen memperjuangkan TKi di Luar Negeri serta ingatkan bahwa agar memilih Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden RI 2009 – 2014. Kita harus dan wajib menunjukkan citra positif Partai terhadap masyarakat dan juga kita harus dan wajib mengajak serta memberikan penjelasan kepada para TKI untuk tidak Golput, sebab masa depan Indonesia ditentukan oleh kita sendiri yang memiliki hak memberikan suara kepada wakil rakyat dan Pemimpin. Maka itu saya berharap kepada teman – teman pengurus agar bermental kuat serta ketulusannya dalam memenangkan PDI Perjuangan dan Ibu Hj. Megawati Soerkarnoputri menjadi Preiden RI. Saya jamin perjuangan dan usaha teman – teman semua tidak akan dilupakan oleh PDI Perjuangan dan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri; ujar Hj. Eka Sapta diakhir pembicaraannya.

Dalam persiapan kampanye, Korwil PDI Perjuangan Arab Saudi untuk tahap awal akan terus melakukan pendekatan dan komunikasi kepada para pendukung PDI Perjuangan melalui para team lapangan yang dikoordinir oleh Sharief Rachmat selaku BP Pemilu. Hal itu dilakukan demi mempertahankan suara tetap para pendukung PDI Perjuangan dan juga demi menarik simpati para masyarakat, Korwil mendatangi dan memberikan bantuan semampunya kepada para TKI yang ditelantrakan di bahwa jembatan untuk dideportasi. Sharief Rachmat dalam melakukan program tersebut mengambil alih untuk turun langsung mendatangi para TKI tersebut dengan ditemani oleh beberapa pengurus lainnya.  Kunjungan perwakilan Korwil tersebut yang mendatangi dan berkomunikasi langsung dengan para TKI di bawah jembatan disambut antusias oleh para TKI yang akan dideportasi, hal itu dikarenakan belum adanya tokoh Partai atau Perwakilan RI Saudi Arabia yang datang atau menjenguk mereka. Untuk itulah PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik menjadi Partai pertama yang tidak gengsi untuk masuk dan berbaur bersama TKI di bawah jembatan. Langkah tersebut mempunyai 2 alasana seperti

  1. Menunjukkan kepada masyarakat bahwa PDI Perjuangan adalah Partai yang benar – benar peduli terhadap kaum butuh di luar negeri baik yang berstatus legal maupun sebaliknya.
  2. Menunjukkan citra positif Partai terhadap TKI yang akan dideportasi, dikarenakan para TKI tersebut akan memberikan suaranya di daerahnya masing – masing ketika telah sampai di Indonesia. Yang pada akhirnya kami dalam hal tersebut menyampaikan agar memberikan dukungan kepada PDI Perjuangan serta Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri untuk menjadi Presiden RI tahun 2009 – 2014, serta kami pun mengingatkan kepada mereka juga turut mengajak para keluarganya untuk mendukung.

Seperti yang kita ketahui bahwa pada Pemilu bulan April nanti, kita akan memilih pra calon wakil rakyat yang akan duduk di DPR RI. Untuk itulah perlunya kesadaran, ketelitian, dan keyakinan kepada siapa kita memberikan dukungan dan mandat khususnya yang mampu membawa dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Sesuai UU Pemilu bahwa suara Luar Negeri akan disatukan ke Dapil DKI Jakarta 2, maka itu Korwil yang akan mewakili TKI di Arab Saudi akan menjaring dan mempelajari para caleg DPR RI Dapil 2 dari PDI Perjuangan. Seperti yang sudah tertera dalam Website KPU dan DPP PDI Perjuangan bahwa caleg DPR RI Dapil DKI Jakarta 2 dari PDI Perjuangan terdiri dari 8 orang sebagai berikut :

  1. Ir. Eriko Sotarduga B. P. S
  2. Syahriz Ferdian Aziz, B. SC. MBA
  3. Apong Herlinan SH, MH
  4. DRS. Helmi Hidayat, MA
  5. H. Endang Hamdani, S.IP
  6. Siti Ame Silitonga, SE
  7. Raya Pertiwi
  8. Nani Kusumawardani S. P. D

Dalam pandangan Korwil, kedelapan caleg tersebut memiliki tanggung jawab serta kualitas dan kuantitas yang tidak diragukan lagi. Oleh karena itu lah, dalam pertemuan tersebut Korwil Arab Saudi memutuskan

  • Melakukan komunikasi dengan kedelapan caleg DPR RI Dapil DKI Jakarta 2.
  • Memberitahukan kepada delapan caleg DPR RI Dapil DKI Jakarta 2 agar mengirimkan visi dan misnya terhadap TKI di Luar Negeri serta komitmen dalam kerja sama terhadap Korwil PDI Perjuangan Arab Saudi dalam jangka pendek dan panjang.

Untuk itu dalam pertemuan tersebut disepakati oleh seluruh Pengurus, bahwa penentuan dukungan Korwil Arab Saudi akan diputuskan setelah mempelajari visi dan misi dari masing – masing caleg yang telah dikirimkan kepada kami. Dan pertemuan tersebut diakhiri dengan makan malam bersama pada pukul 23.45 waktu setempat.

Serta sesuai informasi dari PPLN Jeddah, Saudi Arabia bahwa jumlah WNI yang telah terdaftar untuk mengikuti Pemilu pada bulan April tahun 2009 di Saudi Arabia sekitar 50 ribu orang ( 30%). Untuk itu Korwil PDI Perjuangan mendesak PPL Saudi Arabi agar meningkatkan kinerjanya dan terus mendata para WNI yang belum terdaftar, sebab jumlah WNI di Saudi Arabia diperkirakan 400 ribu lebih.




RUBRIK

Sekretariat

A/n. SHARIEF RACHMAT P. O. Box 11173 Jeddah 21453 Fax. +966 2 645 6240 Hp. +966 507 371 256

KALENDER

November 2009
S S R K J S M
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30