Arsip untuk Kategori 'Umum'

28
Mar
09

Sosialisasi Pemilu dan Deklarasi Kampanye Damai di Cairo

Cairo. Pada hari rabu, 25 Maret 2009 PPLN Cairo mengadakan acara yang bertema ” Sosialisasi Pemilu dan Deklarasi Kampanye damai oleh simpatisan -simpatisan Partai Politik Indonesia di republik arab Mesir “. Aula Sholah Kamil tempat dilaksanakannya acara tersebut, sekaligus ratusan mahasiswa Indonesia Cairo sangat antusias untuk menyaksikannya. Acara yang dimulai setelah sholat Maghrib dan berakhir pada pukul sepuluh lebih lima belas menit tersebut cukup menarik perhatian rekan-rekan yang hadir, terbukti bagaimana antusiasnya para hadirin dengan ramainya pertanyaan dan tepuk tangan sewaktu PPLN dan lima simpatisan parpol yang mempresentasikan profile partainya masing-masing. Kelima partai tersebut adalah PDI Perjuangan, Golkar, PKNU, PKS, dan Demokrat.

Acara diawali dengan pembacaan Al Qur’an diteruskan dengan sambutan dari PPLN dan Presiden Persatuan Pelajar dan mahasiswa Indonesia (PPMI), kemudian acara pembacaan Deklarasi Pemilu damai yang sudah didiskusikan sebelumnya di gedung Konsuler Nasr City dan penandatanganan draf tersebut oleh lima representasi Partai yang ada dan organisasi-organisasi masyarakat Indonesia di Mesir. Selanjutnya acara tentang tata cara pencontrengan dan presentasi Parpol yang ada.

Dalam acara yang berjalan kurang lebih empat jam tersebut, Presentasi profile Partai PDI Perjuangan diwakili oleh Bakhrul Huda selaku Ketua BP Pemilu di Cairo. Dalam pernyataan Huda setelah acara berakhir mengatakan ” Acara ini cukup ramai dan temen-teman antusias sekali menyambut acara ini, setidaknya dengan adanya keterbatasan dana BP Pemilu di Cairo, acara ini sangat membantu temen-temen untuk mengkampanyekan PDI Perjuangan secara luas.

19
Mar
09

BP Pemilu PDI Perjuangan Mesir

Cairo- PPLN Mesir mengundang segenap komponen masyarakat Indonesia di Mesir (yang biasa disebut Masisir) dalam acara perumusan deklarasi Pemilu Damai 2009 di gedung Konsuler KBRI Cairo yang berada di bilangan district 10 Nasr City. Pertemuan yang berjalan kurang lebih lima jam tersebut dihadiri sekitar empat puluh person yang mewakili beberapa unsur, baik dari organisasi Kekeluargaan, Afiliatif, Senat, maupun simpatisan-simpatisan Parpol yang ada di Indonesia.

Bakhrul Huda, selaku anggota Komunitas Banteng Mesir yang mendapat undangan resmi PPLN mewakili PDI Perjuangan juga hadir pada saat itu, ia mengatakan bahwa dalam acara tersebut PPLN mencoba menfasilitasi Organisasi-organisasi yang ada di Masisir untuk mengajak dan merumuskan suatu draf yang ditanda tangani semua demi terciptanya Pemilu yang sukses dan damai.

Dari hasil pertemuan tersebut dihasilkan dua draf deklarasi,  pertama yang ditanda tangani semua organisasi non Parpol Masisir berisi 4 butir kesepakatan tentang anjuran dan himbaun untuk semua Masisir agar ikut berpartisipasi dan menjaga ketertiban Pemilu. sedang draf kedua yang ditandatangani simpatisan Parpol -yang pada saat rapat itu hanya dihadiri empat simpatisan parpol saja- berisi tujuh butir tentang komitmen untuk mematuhi segala peraturan dan undang-undang yang ada.

Pemilu tinggal menghitung hari, namun Komunitas Banteng Mesir yang baru saja menerima Surat Tugas BP Pemilu dari DPP PDI Perjuangan masih terlihat adem ayem dan terlihat tidak ada usaha kampanyenya. “Bukan berarti kita tidak ada usaha, kita memang terlihat adem ayem sampai saat ini. Ya, memang tidak seperti parpol tetangga yang sudah bergerak dari kemarin-kemarin membagikan kalander, stiker dan souvenir lainnya, tapi mau gimana lagi, bantuan dana dari Caleg dan DPP PDI Perjuangan belum turun sampai saat ini, sehingga metode kampanye kita hanya bisa lewat mulut ke mulut dan pesan-pesan singkat melalui Yahoo Messenger” ujar Thomas salah satu anggota Komunitas Banteng menanggapi.

Namun untuk kedepan kita akan rogoh kocek kita sendiri untuk membuat semacam panflet tentang profile PDI Perjuangan dan Caleg Dapil DKI Jakarta II dan luar negeri, yang akan kami sebar sekitar kita” lanjut Huda yang juga berharap ada bantuan dana dari Indonesia yang cepat cair agar bisa berkampanye dengan skala besar.

Sebagian Anggota Komunitas Banteng juga merasa kecewa atas Tanggapan yang lambat dari DPP di Indonesia untuk membuat Surat Tugas Badan Pemenangan (BP) Pemilu di Mesir. padahal sudah sejak rakernas kemarin diajukan namun baru kemarin pada tanggal 19 Maret 2009 SK tersebut dengan nomor : 1365/ST/DPP/III/2009 turun. “kami sudah memahamkan teman-teman tentang keterlambatan itu, ya alhamdulillah mereka memahami, insya allah kita siap membawa PDI Perjuangan menjadi partai alternatif di Mesir bersaing dengan Parpol-parpol yang sudah lebih dulu” tambah Huda yang menjadi ketua BP Pemilu PDI Perjuangan Republik Arab Mesir.[bhm]

23
Jan
09

SBY Tak Populer di Kalangan Buruh

Kalah oleh Megawati dan Jusuf Kalla
(Jawa Pos )
JAKARTA – Suara buruh dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 mengisyaratkan tidak bulat ke capres tertentu. Survei nasional yang dilakukan Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu itu menyebutkan bahwa 80,6 persen responden menyatakan tak ingin SBY terpilih lagi.

Dalam survei yang khusus memotret suara kaum buruh tersebut, hanya 17,6 persen yang menginginkan sebaliknya. Sisanya, 2,2 persen, memilih untuk abstain.

”Senang atau tidak, inilah faktanya,” ujar Ketua Presidium FSP BUMN Bersatu FX Arif Poyuono saat memaparkan hasil survei lembaganya di Hotel Aston, Jakarta, kemarin (22/1). Dia menambahkan, gencarnya gerakan populis dari SBY akhir-akhir ini ternyata tak berpengaruh besar pada persepsi kaum buruh.

Kekecewaan kaum buruh terhadap kebijakan pemerintah soal perburuhanlah yang diperkirakan menjadi penyebabnya. Survei tersebut mengungkap, 79,4 responden menganggap kebijakan pemerintah buruk, terutama menyangkut penetapan upah buruh. Hanya 9,6 persen yang menyatakan tetap, 9,3 persen menilai baik, dan 1,7 persen abstain.

”Harus diakui bahwa banyak kebijakan SBY soal buruh yang memang tidak populis, terkesan tidak berpihak pada buruh,” ujarnya. Misalnya, kata Arif, keluarnya SKB empat menteri beberapa waktu lalu yang memancing protes luas dari kalangan buruh di hampir seluruh daerah.

Namun, di bagian lain survei, SBY muncul sebagai tokoh yang paling sering diperbincangkan menjelang pemilu. SBY paling sering dibicarakan 34,9 persen responden, disusul Megawati Soekarnoputri (14,2 persen), Jusuf Kalla (14,4 persen), Prabowo Subianto (12,8 persen), dan beberapa tokoh lain.

”Ini menarik, SBY paling banyak dibicarakan buruh. Tetapi, mengingat tingkat keterpilihannya, sepertinya yang dibicarakan adalah hal-hal negatif,” ujar Arif.

Lantas, siapa yang dianggap paling bisa memperbaiki nasib buruh? Survei itu mengungkap, Megawati menduduki posisi puncak. Capres PDI Perjuangan tersebut dipilih 30,7 persen responden. Jusuf Kalla membayangi di bawahnya dengan 19,6 persen, baru kemudian SBY 12,7 persen, dan tokoh-tokoh lain.

Mantan anggota KPU Mulyana W. Kusumah menilai, survei itu menjadi menarik karena hanya dilakukan di internal buruh. “Kalau survei ini serius, kebenarannya akan lebih tinggi karena homogenitas responden juga lebih tinggi ketimbang survei pada umumnya,” ujarnya.

Dia pun memahami tingginya angka responden yang menyatakan tak akan memilih SBY lagi pada 2009. ”Sebab, selama ini, anggota kabinet dan jajaran pemerintah di bidang perburuhan memang terkesan kurang berkomunikasi dengan buruh,” tambahnya. Akibatnya, lanjut Mulyana, buruh tidak mengetahui program positif pemerintah di bidang perburuhan. (dyn/mk)

13
Okt
08

Cara Lain Mengalirkan Riyal

Oleh : AHMAD SYOFIAN

Produk makanan dan bahan makanan Indonesia ternyata mempunyai pasar yang sangat menjanjikan di Arab Saudi. Indomie, krupuk, sambal ABC sampai biskuit dari Indonesia telah mengisi sebagian besar dapur rumah tangga penduduk Arab Saudi.

SUHU udara yang panas di Jeddah membuat banyak orang enggan untuk keluar ruangan ber-ac pada siang hari. Terik matahari, debu berterbangan dan hingar–bingar bunyi mesin kendaraan roda empat turut menambah suasana gersang di sepanjang jalan Khalid bin Walid di kawasan As-Sharafiyah, Jeddah. Dulu kawasan As-Sharafiyah ini dikenal oleh pendatang-pendatang Indonesia sebagai ‘Kampoeng Melayoe’, karena banyaknya warga asing terutama yang berasal dari Indonesia, Philipina dan Thailand bermukim di kawasan ini. Ratusan kepala keluarga WNI yang tinggal disini rata-rata adalah pekerja di bidang formal dan semi formal seperti; perusahaan listrik, guru, pegawai KJRI, sopir dan pekerja-pekerja lainnya. Konsulat RI Jeddah juga pernah berkantor di sekitar kawasan ini.

Konon, sebelum dipugar lima atau enam tahun lalu, ada pagar yang melingkari kawasan tersebut. Oleh Pemerintah Saudi, rumah-rumah di kawasan ini, sekarang telah dipugar menjadi apartemen kelas menengah yang dapat disewa dengan harga rata-rata 300 dolar AS perbulan. Sampai kini, sebagian besar penghuninya tetap orang-orang Indonesia dan beberapa warga negara asing lainnya seperti Turki, India, Bangladesh, Philipina dan sedikit Malaysia.

Toko Indonesia

Di sepanjang kawasan ini, berjejer lebih kurang 25 toko yang menjual produk-produk Indonesia (jumlah toko serupa di Jeddah berjumlah + 200an). Semua milik warga Arab Saudi, namun para penjaganya adalah orang-orang Indonesia. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan ijin, bisnis tersebut harus menjadi milik warga negara Arab Saudi. Untuk itu, jika pengusaha Indonesia tertarik berbisnis di Saudi, maka dia harus mendapatkan partner warga negara Saudi dan kemudian ijin pendirian bisnisnya akan diberikan atas nama partner warga negara Saudi ini.

Produk-produk Indonesia memiliki konsumen yang banyak dan cenderung meningkat. Tidak hanya karena konsumennya berasal dari masyarakat Indonesia yang ada di Saudi (+ 600 ribu WNI legal di Arab Saudi), tetapi juga saat ini, selera dan cita rasa Indonesia mulai digemari oleh orang-orang asli Saudi.

Banyak yang bilang, orang Saudi bahkan lebih dulu kenal masakan Indonesia dari pada masakan negara lain seperti China dan Thailand. Hal ini berkat hubungan dan ‘kontak-kontak’ kebudayaan antara nenek moyang Indonesia yang pergi haji dengan warga Mekkah dan Madinah. Jemaah haji Indonesia, karena berbulan-bulan meninggalkan tanah air, membawa bekal makanan dan bumbu-bumbu asli Indonesia untuk dimasak selama di perantauan. Merekalah yang pertama kali memperkenalkan makanan Indonesia kepada masyarakat Mekkah dan sekitarnya, yang tentu saja pada waktu itu ladang minyak Saudi belum ditemukan dan ekonominya belum semakmur sekarang.

Menurut Ridwan, salah seorang penjaga Toko Singaparna yang berlokasi persis di dekat persimpangan masuk Jalan Khalid bin Walid kawasan As-Sharafiyah tersebut, tokonya sangat ramai dikunjungi oleh para pembeli, tidak hanya orang-orang Indonesia, tapi juga warga negara lain termasuk warga negara Saudi. Bagi WNI di sana, kedatangan mereka ke toko Ridwan tentu saja untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Memang, tidak hanya shampoo, sabun dan perlengkapan mandi lainnya yang berasal dari Indonesia, tetapi juga makanan khas Indonesia mulai dari berbagai jenis kerupuk dan emping melinjo, sampai dengan ikan asin, tempe, tahu, mie, bumbu-bumbu rendang, rawon, soto, aneka minuman ringan (teh kotak, kacang hijau, buavita) dan sarden tersedia di toko tersebut.

Di saat AKSES bertandang ke Toko Singaparna, kelihatan banyak pengunjung yang keluar masuk. Beberapa dari yang datang adalah orang-orang Indonesia. Namun, dari raut dan tampilan yang lain, jelas adalah orang-orang Arab. Pengunjung berpenampilan Arab ini membeli beberapa bungkus kacang, coklat dan emping melinjo serta sekardus (isi 40 bungkus) mie merek Indonesia. Tidak berapa lama rombongan ini pergi, masuk orang-orang Arab lainnya untuk berbelanja. Menurut Ridwan, tokonya memang tidak pernah sepi. Karenanya, jangan heran kalau dalam satu bulan perputaran uang toko tersebut mencapai 300 ribu SR (+ Rp 780 juta) dengan keuntungan berkisar 10 – 15%.

Saingan produk makanan Indonesia ternyata kebanyakan dari Thailand, seperti produk buah olahan, sardines, dan lain-lain. Diakui oleh penjaga beberapa toko Indonesia di sana, harga produk Thailand murah dan mudah didapat. Sedangkan Indonesia, meskipun mempunyai banyak macam, tapi kualitas relatif kurang baik dan jaminan kontinuitas / keberlanjutan supply produk kurang stabil. Anehnya pula, beberapa produk Thailand menggunakan merek asli Indonesia, seperti ‘beras Pandan Wangi’ guna menarik perhatian pembeli yang berminat dengan produk Indonesia.

Produk makanan

Hampir semua toko memajang produk-produk mie dan kerupuk dari berbagai merek termasuk emping melinjo dan kerupuk Palembang pada rak barisan depan. “Orang-orang Arab suka beli kerupuk dan segala macam mie,” tutur Fahmie, salah seorang penjaga Toko Rizki yang juga menjual produk Indonesia. “Masing-masing toko, dalam satu bulan bisa menjual kerupuk sebanyak 200 karton (1 karton = 24 paket / 12 kg) dan produk mie (Indomie, Mie Sedap, Supermie, Sarimi, ABC, dll) sebanyak 300 karton,” lanjut Fahmie. Hal yang sama diung-kapkan oleh Faisal Bawazier, salah seorang distributor kakap yang mengimpor produk Indonesia dan pemilik SBTC (Saudi Bawazir Trading Coorp), “kerupuk Indone-sia, masih belum bisa disaingi oleh negara lain.

Orang Saudi suka sekali kerupuk. Hal ini terbukti, pasar Saudi dapat menyerap penjualan kerupuk Indonesia sekitar 10-12 kontainer (1300 ton) per tahun dan SBTC menjual 2/3 dari jumlah tersebut. Senada dengan Bawazier, Bambang Gunawan, Manajer Pabrik Pinehill Arabia Food Limited, sebuah pabrik mie yang didirikan secara patungan oleh PT. Indofood-Indonesia dan SBTC-Jeddah milik Bawazier, juga mengungkapkan bahwa pasar Timur Tengah sangat menyukai mie Indonesia. Dalam satu bulan, pabriknya bisa menghasilkan + 50 juta bungkus Indomie. 50-60% mie tersebut dipasarkan di Saudi dan sisanya diekspor ke negara-negara Timur Tengah lainnya (Irak, Aljazair, Yordania, Kuwait, Oman, Bahrain, Mesir dan Sudan).

Tentang harga, produk Indonesia sangat kompetitif. Harga mie di tiap-tiap toko Indonesia bermacam-macam, mulai dari 5 SR – 10 SR / bungkus (+ Rp 13.000 – 26.000), dan emping melinjo dapat dibeli dengan harga 12 SR – 15 SR / paket 0,5 kg (+ Rp 30.000 –45.000). Namun seperti yang dijelaskan oleh Faisal Bawazier, “harga tidak masalah bagi konsumen Arab Saudi, mereka akan beli berapapun itu, asalkan produk tersebut adalah sesuatu yang mereka sukai dan berkualitas baik”. Untuk itu, saran Faisal, “eksportir makanan Indonesia hendaknya dapat mengetahui tuntutan dan selera pasar Arab Saudi, yang antara lain suka kemasan dengan warna-warna cerah dan menarik, berukuran besar/jumbo, dan rasa agak sedikit pedas”.

Di samping itu, selain kualitas produk harus terjamin baik dan dapat bertahan lama, orang Arab harus yakin bahwa produk tersebut merupakan bagian dari makanan Arab alias bukan makanan asing yang ‘di-Arab-kan’. Oleh karena itu, lanjut Faisal, “kata-kata pada kemasan produk makanan Indonesia hendaknya tidak hanya sekedar diterjemahkan dalam bahasa Arab atau ditulis dengan huruf Arab, tetapi juga kalau perlu meng-Arab-kan namanya sehingga terasa lebih dekat di telinga konsumen Arab”.

Seperti yang lainnya, Faisal Bawazir optimis pangsa pasar produk makanan Indonesia memiliki harapan yang baik di Arab Saudi. Selain kerupuk dan emping Melinjo, produk Indonesia lainnya seperti santan dan biskuit dipastikan dapat merebut selera pasar Arab Saudi. Namun sayang, saat ini kedua produk terakhir tersebut diimpor dari Thailand dan Malaysia.

Kesempatan juga datang akibat keraguan konsumen terhadap makanan dari China. “Sekarang makanan dan produk lain-lain dari China sedang diragukan oleh konsumen Saudi. Ini kesempatan Indonesia, untuk bersaing lagi seperti dulu,” jelas Bawazir mantap. Namun demikian, dia mengharapkan, upaya menembus pasar Saudi perlu dukungan dari semua pihak termasuk harus lebih gencar lagi melakukan promosi seperti tahun-tahun silam. “Indonesia dulu-dulu masih nampak di pameran, sekarang jarang dan berkurang. Promosi punya pengaruh langsung agar para konsumer dan retailer bisa lihat produk kita,” aku Faisal. Dia juga menyayangkan mengapa sekarang Indonesia tidak punya ITPC (Indonesian Trade Promotion Centre) dan HIP (House of Indonesian Product) di Jeddah yang dulu sempat ada.

Namun demikian, meskipun Indonesia memiliki banyak peluang dan harga produk makanan Indonesia selalu dapat bersaing, ada beberapa hal yang membuat negara-negara lain enggan mengimpor dari Indonesia. Faisal menambahkan, “jaminan ketersediaan supply atau keberlanjutan pengiriman barang (kontinuitas), pelayanan (service), urusan pengapalan (shipping), administrasi pemerintah yang berbelit-belit, dan lain-lain selama ini telah membuat orang tidak yakin untuk mengambil barang dari Indonesia”. Lanjut Faisal, “beruntung pihak saya mempunyai induk perusahaan di Indonesia (Indofood), yang dapat menyelesaikan semua kendala ini. Bayangkan orang yang tidak punya mother company yang dapat bertanggung jawab untuk itu di Indonesia, pastinya mereka akan merasa enggan mengimpor barang dari Indonesia karena membayangkan kesulitan yang dihadapi”.

Walau bagaimanapun, masalah ini tentunya akan dapat teratasi jika ada keseriusan dan ketekunan para pelakunya. Untuk itu, Faisal Bawazir juga memberikan saran kepada UKM yang berminat melakukan ekspor ke Arab Saudi, “yang paling penting adalah siapa yang menjadi distributornya di Saudi. Kalau tidak memiliki distributor, siapa agen penjualannya di sini”. Faisal yakin bahwa keberhasilan para distributor Saudi adalah keberhasilan penjualan eksportir Indonesia. Oleh karena itu, bagi Faisal, “cari cara agar mendapatkan distributor yang tepat di Saudi. Salah satunya adalah perkenalkan produk Anda melalui pameran”.

Sumber: http://www.aksesdep lu.com

22
Sep
08

TKI Diperkosa Majikan di Arab Saudi

Liputan6.com, Jakarta: Seorang tenaga kerja Indonesia lagi-lagi mengalami nasib buruk. Bunga, bukan nama sebenarnya, diperkosa sang majikan saat bekerja di Jeddah, Arab Saudi. Akibatnya, perempuan berusia 30 tahun itu hamil delapan bulan. Sementara sang majikan tetap bebas karena Bunga tidak tahu cara melapor ke polisi.

Nasib Bunga semakin terpuruk. Ketika pulang ke Tanah Air dua pekan lalu untuk minta perlindungan keluarga, Bunga justru diceraikan sang suami. Nahasnya pula, tujuh bulan gaji Bunga juga belum dibayar hingga kini. Padahal pendapatan itulah harapan Bunga satu-satunya untuk bisa menghidupi diri dan bayinya beberapa waktu ke depan.(YNI/Nova Rini dan Nurwanto)

29
Agu
08

Saudi Keluarkan Tiga Juta Visa Umrah

MAKKAH, Lebih dari tiga juta visa umrah sejauh ini telah dikeluarkan untuk tahun ini untuk seluruh umat muslim di seluruh dunia oleh pemerintah Arab Saudi.

Demikian diungkapkan Menteri Urusan Haji Arab Saudi, Fuad Al Farsi, Jumat (29/8).  “Tiga juta jemaah dari luar negeri yang tiba di kota suci Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah selama musim umrah saat ini, dan 2,8 juta orang telah kembali ke negara masing-masing setelah menyelesaikan ibadah mereka. Sedangkan sisanya 200.000 orang masih ada di Makkah atau Madinah,” katanya.

Dari jumlah itu, menurutnya, jemaah yang tinggal secara ilegal jumlahnya turun menjadi kurang dari 0,5 persen pada tahun ini. Al Farsi, yang berbicara kepada para wartawan bersama kunjungan organisasi-organisasi Tawafa di Makkah, menggambarkan demikian besarnya arus pengunjung di dua kota suci itu, baik dari dalam negeri maupun dari negara-negara anggota Komisi Dewan Teluk.

Menteri menambahkan bahwa  kemajuan teknologi komunikasi akan mempercepat formalitas pemrosesan untuk ibadah Haji, yang akan dimulai Desember. Al Farsi menjelaskan upaya-upaya Menteri Dalam Negeri Pangeran Naif, yang juga ketua Komisi Tertinggi Haji, dan Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al Faisal, yang juga ketua Komisi Pusat Haji, dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi para pejabat haji dalam mempersiapkan musim haji mendatang.

Dalam pernyataannya, Al Farsi menolak gagasan bahwa pembongkaran sejumlah bangunan di dekat Masjidil Haram menimbulkan kekurangan fasilitas perumahan/pemondokan. Karena, menurutnya, sejumlah izin dikeluarkan untuk pembangunan perumahan jemaah haji berkaitan dengan pembongkaran gedung-gedung dan hotel-hotel untuk proyek perluasan masjid, sehingga tidak berdampak negatif terhadap jumlah akomodasi para jemaah.

28
Agu
08

Arab Saudi Bebaskan Aktivis Pembaruan

RIYADH, Seorang aktivis pembaruan telah dibebaskan oleh pihak berwenang Arab Saudi setelah menjalani hukuman penjara enam bulan.  Abdullah al-Hamed, tokoh intelektual penting di antara pembaru Islam ini, dibebaskan Kamis pagi. Demikian ungkap khatib Mohsen al-Awajy dan aktivis hak asasi manusia Fawziya al-Oyouni.

Hukuman Hamed secara luas dianggap sebagai hukuman untuk semua seruannya bagi pembaruan politik di monarki Islam konservatif, sekutu penting AS itu.

Ia dipenjarakan oleh pengadilan Saudi karena mendorong para isteri yang diduga militan Islam untuk memprotes secara terbuka penahanan tak tentu suami mereka.

“Saya mengharapkan pembebasan Hamed akan menjadi awal bagi tahap baru dan bahwa ini akan menjadi pertanda baik berkaitan dengan status pembaru,” kata aktivis Islam Khaled al-Omair.

Inteletual Saudi pekan ini minta pemerintah untuk berbuat lebih banyak lagi untuk menghentikan penahanan dan pembatasan lainnya yang diterapkan pada tokoh, liberal dan Islamis, yang bekerja secara terbuka untuk mengubah monarki absolut menjadi demokrasi parlementer.

Kementerian dalam negeri telah menahan beberapa ribu orang sejak gerilyawan terkait-al Qaida melancarkan serangan kekerasan pada 2003 untuk membuat tidak stabil pemerintah keluarga Al Saud itu. Namun para kritikus mengatakan tindakan keras itu telah diperluas ke pelobi bagi pembaruan damai.

30
Jul
08

Majikan Cemburu, TKW Dipasung dan Disiksa

Liputan6.com, Purwakarta: Malang nian nasib Ipon Fatimah. Tenaga kerja wanita asal Kampung Krajan, Bojong, Purwakarta, Jawa Barat ini menjadi korban kekerasan majikannya selama bekerja di Arab Saudi. Ipon selama tiga pekan dipasung di rumah majikannya. Selama dipasung Ipon sering mendapat siksaan. Selain itu, gaji Ipon juga tidak pernah dibayar.

Menurut Ipon kepada SCTV, belum lama berselang, penyiksaan yang dialami dirinya disebabkan sang istri majikan cemburu kepadanya. Berkat bantuan temannya Ipon bisa keluar dari rumah majikannya. Pihak keluarga berharap perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia yang mempekerjakan Ipon bertanggungjawab atas kasus kekerasan tersebut.(IAN/Syamsu Nursyam)

16
Jul
08

Anggota PPLN tahun 2009 Arab Saudi

Pada tanggal 15 Juli 2008, KJRI Jeddah, Arab Saudi mengundang seluruh Perwakilan Partai Politik dan Organisasi Masyarakat untuk memilih dan memutuskan calon Anggota PPLN tahun 2009 Arab Saudi. Dan inilah nama – nama yang akan menjadi Anggota PPLN tahun 2009 di Arab Saudi sebagai berikut :

  • Syekh Razie Ali ( Manager Western Union Saudi Arabia )
  • Jhonny Arifin Al Abbasy ( Ketua KEMASS Saudi Arabia )
  • Zen Khalis ( Ketua Persatuan Indonesia di salah satu kota terpencil Saudi Arabia )
  • Slamet Royani Marhan ( Manager Family Policlinic Jeddah )
  • M. Siddiq Muhiddin ( Tokoh Agama )
  • Bambang Sudaryono ( Kepala Perhubungan KJRI Jeddah )
  • M. Yahya ( BPKRT KJRI Jeddah )
09
Jul
08

Daftar Nomor Urut Parpol: Hanura 1, PAN 9 & PKB 13

JakM. Rizal Maslan – detikNews – Nomor urut parpol telah diumumkan KPU. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mendapatkan nomor urut 1. PAN mengantongi nomor ‘hoki’ 9 dan PKB meraih nomor urut yang bagi sebagian kalangan disebut ‘angka sial’ yaitu 13.

Pengumuman nomor urut parpol dibacakan Ketua KPU Abdul Hafidz Anshari di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (9/7/2008).

Berikut daftar lengkap nomor urut parpol:

Hanura mendapat nomor urut 1.
Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) nomor urut 2.
Partai Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia nomor urut 3.
Partai Peduli Rakyat Nasional nomor urut 4.
Partai Gerindra nomor urut 5.
Partai Barisan Nasional nomor urut 6.
Partai Keadian dan Persatuan Indonesia nomor urut 7.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) nomor urut 8.
Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 9.
Partai Indonesia Baru nomor urut 10.

Partai Kedaulatan nomor urut 11.
Partai Persatuan Daerah nomor urut 12.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut 13.
Partai Pemuda Indonesia nomor urut 14.
PNI Marhaenis nomor urut 15.
Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) nomor urut 16.
Partai Karya Perjuangan nomor urut 17.
Partai Matahari Bangsa nomor urut 18.
Partai Penegak Demokrasi Indonesia nomor urut 19.
Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) nomor urut 20.

Partai Republik Nusantara nomor 21.
Partai Pelopor nomor urut 22.
Partai Golkar nomor urut 23.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) nomor urut 24.
Partai Damai Sejahtera nomor urut 25.
Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia nomor urut 26.
Partai Bulan Bitang (PBB) nomor urut 27.
PDIP nomor urut 28.
Partai Bintang Reformasi nomor urut 29.
Partai Patriot nomor urut 30.
Partai Demokrat nomor urut 31.
Partai Kasih Demokrasi Indonesia nomor urut 32.
Partai Indonesia Sejahtera nomor urut 33.
PKNU nomor urut 34.

Tepuk tangan menggema saat nomor urut dibacakan.




RUBRIK

Sekretariat

A/n. SHARIEF RACHMAT P. O. Box 11173 Jeddah 21453 Fax. +966 2 645 6240 Hp. +966 507 371 256

KALENDER

November 2009
S S R K J S M
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30