Halaman Arsip 2

16
Okt
08

Sekjen Pramono Anung: “Jubir Partai Memiliki Peran yang Strategis”

Fungsi juru bicara (jubir) Partai, dalam hal ini adalah PDI Perjuangan memiliki peran yang sangat strategis dalam pemenangan Partai pada pemilu 2009 mendatang. Selain mengkomunikasikan pesan-pesan seperti agenda Partai dengan baik dan besar, serta efektif kepada masyarakat.

Demikian dijabarkan oleh Sekjen PDI Perjuangan, Pramono Anung Wibowo, dalam pidatonya saat membuka pembekalan jubir PDI Perjuangan di hotel Harris, Jakarta, Kamis (16/10).

Menurutnya, selain untuk mengkomunikasikan pesan-pesan Partai kepada masyarakat, jubir juga harus mampu mengantisipasi serangan-serangan secara opini, dari luar Partai, yang bertujuan menjatuhkan citra Partai. “Komunikasi yang baik adala memberikan pesan yang baik dan dimengerti. Itu akan menjadi tugas juru bicara untuk bisa menjelaskan pesan dengan baik dan benar,” ujar Sekjen Pramono.

Mas Pram, demikian Sekjen PDI Perjuangan biasa disapa, menjelaskan lebih jauh bahwa kondusifitas yang dimiliki PDI Perjuangan saat ini, dengan banyak memenangkan pilkada Propinsi, Kabupaten maupun Kotamadya, serta konsolidasi Partai yang telah berjalan dengan baik ini akan mengundang banyak terpaan dan serangan-serangan yang luar biasa saat mendekati pemilu seperti sekarang ini.

“Sehingga langkah PDI Perjuangan bukannya semakin mudah, tapi makin sulit. Karena PDI Perjuangan telah menjadi Partai yang telah terkonsolidasi dan memiliki soliditas yang lebih baik dari Partai lainnya. Kita (PDI Perjuangan,red) harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Kalau tidak, kita akan mengadapi serangan yang luar biasa, yang bersifat black campaign,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (BP Pemilu) sekaligus Ketua Panitia Pembekalan Jubir Partai, Tjahjo Kumolo, dalam kata sambutannya menjelaskan, pembekalan juru kampanye ini akan disiapkan untuk memenuhi undangan atas nama Partai disetiap kesempatan. “Diharapkan para peserta pembekalan juru kampanye bisa mewakilkan PDI Perjuangan disetiap undangan. Ini penting untuk tetap menjaga citra Partai mata masyarakat,” ujarnya.[kin]

13
Okt
08

Cara Lain Mengalirkan Riyal

Oleh : AHMAD SYOFIAN

Produk makanan dan bahan makanan Indonesia ternyata mempunyai pasar yang sangat menjanjikan di Arab Saudi. Indomie, krupuk, sambal ABC sampai biskuit dari Indonesia telah mengisi sebagian besar dapur rumah tangga penduduk Arab Saudi.

SUHU udara yang panas di Jeddah membuat banyak orang enggan untuk keluar ruangan ber-ac pada siang hari. Terik matahari, debu berterbangan dan hingar–bingar bunyi mesin kendaraan roda empat turut menambah suasana gersang di sepanjang jalan Khalid bin Walid di kawasan As-Sharafiyah, Jeddah. Dulu kawasan As-Sharafiyah ini dikenal oleh pendatang-pendatang Indonesia sebagai ‘Kampoeng Melayoe’, karena banyaknya warga asing terutama yang berasal dari Indonesia, Philipina dan Thailand bermukim di kawasan ini. Ratusan kepala keluarga WNI yang tinggal disini rata-rata adalah pekerja di bidang formal dan semi formal seperti; perusahaan listrik, guru, pegawai KJRI, sopir dan pekerja-pekerja lainnya. Konsulat RI Jeddah juga pernah berkantor di sekitar kawasan ini.

Konon, sebelum dipugar lima atau enam tahun lalu, ada pagar yang melingkari kawasan tersebut. Oleh Pemerintah Saudi, rumah-rumah di kawasan ini, sekarang telah dipugar menjadi apartemen kelas menengah yang dapat disewa dengan harga rata-rata 300 dolar AS perbulan. Sampai kini, sebagian besar penghuninya tetap orang-orang Indonesia dan beberapa warga negara asing lainnya seperti Turki, India, Bangladesh, Philipina dan sedikit Malaysia.

Toko Indonesia

Di sepanjang kawasan ini, berjejer lebih kurang 25 toko yang menjual produk-produk Indonesia (jumlah toko serupa di Jeddah berjumlah + 200an). Semua milik warga Arab Saudi, namun para penjaganya adalah orang-orang Indonesia. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan ijin, bisnis tersebut harus menjadi milik warga negara Arab Saudi. Untuk itu, jika pengusaha Indonesia tertarik berbisnis di Saudi, maka dia harus mendapatkan partner warga negara Saudi dan kemudian ijin pendirian bisnisnya akan diberikan atas nama partner warga negara Saudi ini.

Produk-produk Indonesia memiliki konsumen yang banyak dan cenderung meningkat. Tidak hanya karena konsumennya berasal dari masyarakat Indonesia yang ada di Saudi (+ 600 ribu WNI legal di Arab Saudi), tetapi juga saat ini, selera dan cita rasa Indonesia mulai digemari oleh orang-orang asli Saudi.

Banyak yang bilang, orang Saudi bahkan lebih dulu kenal masakan Indonesia dari pada masakan negara lain seperti China dan Thailand. Hal ini berkat hubungan dan ‘kontak-kontak’ kebudayaan antara nenek moyang Indonesia yang pergi haji dengan warga Mekkah dan Madinah. Jemaah haji Indonesia, karena berbulan-bulan meninggalkan tanah air, membawa bekal makanan dan bumbu-bumbu asli Indonesia untuk dimasak selama di perantauan. Merekalah yang pertama kali memperkenalkan makanan Indonesia kepada masyarakat Mekkah dan sekitarnya, yang tentu saja pada waktu itu ladang minyak Saudi belum ditemukan dan ekonominya belum semakmur sekarang.

Menurut Ridwan, salah seorang penjaga Toko Singaparna yang berlokasi persis di dekat persimpangan masuk Jalan Khalid bin Walid kawasan As-Sharafiyah tersebut, tokonya sangat ramai dikunjungi oleh para pembeli, tidak hanya orang-orang Indonesia, tapi juga warga negara lain termasuk warga negara Saudi. Bagi WNI di sana, kedatangan mereka ke toko Ridwan tentu saja untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Memang, tidak hanya shampoo, sabun dan perlengkapan mandi lainnya yang berasal dari Indonesia, tetapi juga makanan khas Indonesia mulai dari berbagai jenis kerupuk dan emping melinjo, sampai dengan ikan asin, tempe, tahu, mie, bumbu-bumbu rendang, rawon, soto, aneka minuman ringan (teh kotak, kacang hijau, buavita) dan sarden tersedia di toko tersebut.

Di saat AKSES bertandang ke Toko Singaparna, kelihatan banyak pengunjung yang keluar masuk. Beberapa dari yang datang adalah orang-orang Indonesia. Namun, dari raut dan tampilan yang lain, jelas adalah orang-orang Arab. Pengunjung berpenampilan Arab ini membeli beberapa bungkus kacang, coklat dan emping melinjo serta sekardus (isi 40 bungkus) mie merek Indonesia. Tidak berapa lama rombongan ini pergi, masuk orang-orang Arab lainnya untuk berbelanja. Menurut Ridwan, tokonya memang tidak pernah sepi. Karenanya, jangan heran kalau dalam satu bulan perputaran uang toko tersebut mencapai 300 ribu SR (+ Rp 780 juta) dengan keuntungan berkisar 10 – 15%.

Saingan produk makanan Indonesia ternyata kebanyakan dari Thailand, seperti produk buah olahan, sardines, dan lain-lain. Diakui oleh penjaga beberapa toko Indonesia di sana, harga produk Thailand murah dan mudah didapat. Sedangkan Indonesia, meskipun mempunyai banyak macam, tapi kualitas relatif kurang baik dan jaminan kontinuitas / keberlanjutan supply produk kurang stabil. Anehnya pula, beberapa produk Thailand menggunakan merek asli Indonesia, seperti ‘beras Pandan Wangi’ guna menarik perhatian pembeli yang berminat dengan produk Indonesia.

Produk makanan

Hampir semua toko memajang produk-produk mie dan kerupuk dari berbagai merek termasuk emping melinjo dan kerupuk Palembang pada rak barisan depan. “Orang-orang Arab suka beli kerupuk dan segala macam mie,” tutur Fahmie, salah seorang penjaga Toko Rizki yang juga menjual produk Indonesia. “Masing-masing toko, dalam satu bulan bisa menjual kerupuk sebanyak 200 karton (1 karton = 24 paket / 12 kg) dan produk mie (Indomie, Mie Sedap, Supermie, Sarimi, ABC, dll) sebanyak 300 karton,” lanjut Fahmie. Hal yang sama diung-kapkan oleh Faisal Bawazier, salah seorang distributor kakap yang mengimpor produk Indonesia dan pemilik SBTC (Saudi Bawazir Trading Coorp), “kerupuk Indone-sia, masih belum bisa disaingi oleh negara lain.

Orang Saudi suka sekali kerupuk. Hal ini terbukti, pasar Saudi dapat menyerap penjualan kerupuk Indonesia sekitar 10-12 kontainer (1300 ton) per tahun dan SBTC menjual 2/3 dari jumlah tersebut. Senada dengan Bawazier, Bambang Gunawan, Manajer Pabrik Pinehill Arabia Food Limited, sebuah pabrik mie yang didirikan secara patungan oleh PT. Indofood-Indonesia dan SBTC-Jeddah milik Bawazier, juga mengungkapkan bahwa pasar Timur Tengah sangat menyukai mie Indonesia. Dalam satu bulan, pabriknya bisa menghasilkan + 50 juta bungkus Indomie. 50-60% mie tersebut dipasarkan di Saudi dan sisanya diekspor ke negara-negara Timur Tengah lainnya (Irak, Aljazair, Yordania, Kuwait, Oman, Bahrain, Mesir dan Sudan).

Tentang harga, produk Indonesia sangat kompetitif. Harga mie di tiap-tiap toko Indonesia bermacam-macam, mulai dari 5 SR – 10 SR / bungkus (+ Rp 13.000 – 26.000), dan emping melinjo dapat dibeli dengan harga 12 SR – 15 SR / paket 0,5 kg (+ Rp 30.000 –45.000). Namun seperti yang dijelaskan oleh Faisal Bawazier, “harga tidak masalah bagi konsumen Arab Saudi, mereka akan beli berapapun itu, asalkan produk tersebut adalah sesuatu yang mereka sukai dan berkualitas baik”. Untuk itu, saran Faisal, “eksportir makanan Indonesia hendaknya dapat mengetahui tuntutan dan selera pasar Arab Saudi, yang antara lain suka kemasan dengan warna-warna cerah dan menarik, berukuran besar/jumbo, dan rasa agak sedikit pedas”.

Di samping itu, selain kualitas produk harus terjamin baik dan dapat bertahan lama, orang Arab harus yakin bahwa produk tersebut merupakan bagian dari makanan Arab alias bukan makanan asing yang ‘di-Arab-kan’. Oleh karena itu, lanjut Faisal, “kata-kata pada kemasan produk makanan Indonesia hendaknya tidak hanya sekedar diterjemahkan dalam bahasa Arab atau ditulis dengan huruf Arab, tetapi juga kalau perlu meng-Arab-kan namanya sehingga terasa lebih dekat di telinga konsumen Arab”.

Seperti yang lainnya, Faisal Bawazir optimis pangsa pasar produk makanan Indonesia memiliki harapan yang baik di Arab Saudi. Selain kerupuk dan emping Melinjo, produk Indonesia lainnya seperti santan dan biskuit dipastikan dapat merebut selera pasar Arab Saudi. Namun sayang, saat ini kedua produk terakhir tersebut diimpor dari Thailand dan Malaysia.

Kesempatan juga datang akibat keraguan konsumen terhadap makanan dari China. “Sekarang makanan dan produk lain-lain dari China sedang diragukan oleh konsumen Saudi. Ini kesempatan Indonesia, untuk bersaing lagi seperti dulu,” jelas Bawazir mantap. Namun demikian, dia mengharapkan, upaya menembus pasar Saudi perlu dukungan dari semua pihak termasuk harus lebih gencar lagi melakukan promosi seperti tahun-tahun silam. “Indonesia dulu-dulu masih nampak di pameran, sekarang jarang dan berkurang. Promosi punya pengaruh langsung agar para konsumer dan retailer bisa lihat produk kita,” aku Faisal. Dia juga menyayangkan mengapa sekarang Indonesia tidak punya ITPC (Indonesian Trade Promotion Centre) dan HIP (House of Indonesian Product) di Jeddah yang dulu sempat ada.

Namun demikian, meskipun Indonesia memiliki banyak peluang dan harga produk makanan Indonesia selalu dapat bersaing, ada beberapa hal yang membuat negara-negara lain enggan mengimpor dari Indonesia. Faisal menambahkan, “jaminan ketersediaan supply atau keberlanjutan pengiriman barang (kontinuitas), pelayanan (service), urusan pengapalan (shipping), administrasi pemerintah yang berbelit-belit, dan lain-lain selama ini telah membuat orang tidak yakin untuk mengambil barang dari Indonesia”. Lanjut Faisal, “beruntung pihak saya mempunyai induk perusahaan di Indonesia (Indofood), yang dapat menyelesaikan semua kendala ini. Bayangkan orang yang tidak punya mother company yang dapat bertanggung jawab untuk itu di Indonesia, pastinya mereka akan merasa enggan mengimpor barang dari Indonesia karena membayangkan kesulitan yang dihadapi”.

Walau bagaimanapun, masalah ini tentunya akan dapat teratasi jika ada keseriusan dan ketekunan para pelakunya. Untuk itu, Faisal Bawazir juga memberikan saran kepada UKM yang berminat melakukan ekspor ke Arab Saudi, “yang paling penting adalah siapa yang menjadi distributornya di Saudi. Kalau tidak memiliki distributor, siapa agen penjualannya di sini”. Faisal yakin bahwa keberhasilan para distributor Saudi adalah keberhasilan penjualan eksportir Indonesia. Oleh karena itu, bagi Faisal, “cari cara agar mendapatkan distributor yang tepat di Saudi. Salah satunya adalah perkenalkan produk Anda melalui pameran”.

Sumber: http://www.aksesdep lu.com

13
Okt
08

Puan Maharani: “Regenerasi Di Tubuh Partai Saat Ini Sudah Berjalan”

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) saat ini telah memulai regenerasi di tubuh Partai. Namun demikian, regenerasi yang sedang berjalan tersebut tidak boleh meninggalkan senior-senior di tubuh Partai.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Puan Maharani, dalam pidatonya saat acara tasyakuran sekaligus halalbihalal di Pagelaran Keratos Surakarta, Minggu (12/10).

“Saya sendiri juga sudah sering mengatakan hal ini di pusat untuk melakukan regenerasi dan ini juga sudah berjalan, meskipun tidak meninggalkan generasi senior,” ujar calon anggota legislatif Pusat dari Dapil V Jawa Tengah ini.

Dari daftar calon anggota legislatif 2009 yang telah diumumkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota surakarta, paparnya, hampir separuhnya berasal dari generasi muda.[sfn]

28
Sep
08

Sabtu, Ketua Umum PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri Lepas Peserta Mudik Gratis PDI Perjuangan

Infokom-Media PDI Perjuangan –Minggu, 28 September 2008, pukul 08.00 pagi di kawasan Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Hj. Megawati Soekarnoputri, didampingi oleh seluruh jajaran pimpinan DPP PDI Perjuangan akan melepas keberangkatan para peserta mudik lebaran tahun ini yang diselenggarakan PDI Perjuangan secara cuma-cuma.

Mudik lebaran yang bertema “Banteng Moncong PutihBalik Desa” ini sendiri diikuti oleh 22.000 orang masyarakat Jabodetabek dan akan diangkut dengan 425 bis ini berhasil mencatatkan rekor dengan peserta mudik terbesar yang pernah diselenggarakan oleh suatu organisasi masyarakat dan partai politik di Indonesia.
Secara berkala dan setiap tahun, PDI Perjuangan memfasilitasi mudik lebaran atau pulang kampung ini. Kita juga menyaksikan bahwa berbagai kelompok masyarakat juga berinisiatif seperti itu. Dan hal ini telah berlangsung secara teratur sejak lama, sejak tahun 2002.
Para kelompok pengusaha juga memfasilitasi hal tersebut bagi para karyawannya. Kesemuanya sebagai inisiatif masyarakat. Kalau kemudian partai, dalam hal ini PDI Perjuangan, tentu diharapkan menjadi sebuah titik awal dan langkah lanjut ke depan. Hal ini dimaksudkan agar nafas ‘tuntutan kebijakan publik’ dapat tercermin dalam skala yang lebih luas dan dalam lingkup yang lebih nasional sifatnya. Dan hal itu semestinya dapat terwujud menjadi sebuah kebijakan politik nasional ke depan ini. Kesungguhan, tekad dan kemampuan ini tentu tidak dapat dikesampingkan begitu saja.
Pertama tentu dari sisi pembiayaan. Bahwa dengan gotong royong para kader dan simpatisan PDI Perjuangan dapat memberangkatkan hampir 22 ribu orang. Ini suatu kenyataan dan mungkin sebuah prestasi. Karenanya, ketika sertifkat MURI akan diberikan kepada PDI Perjuangan untuk mudik lebaran tahun 2008 ini, publik dan kalangan masyarakat lainnya dapat ikut serta memberikan penilaian atas kerja dan kinerja partai, PDI Perjuangan. Berlomba untuk berbuat kebajikan bagi umat dan masyarakat dapat menjadi sebuah norma sosial yang bakal menjadi pemacu dan pemicu untuk mengembangkan kegotong royongan sosial di negeri Indonesia ini.
Kedua, pengorganisasian kerja dan teknis untuk mengurusi sejumlah orang yang tidak sedikit tersebut merupakan kemajuan yang makin nyata. Bahwa pengorganisasian tersebut adalah buah dari kerja kolektif kader, konsisten secara berkala setiap tahun mengurusi hal yang sifanya ‘ikhlas’ tanpa pandang bulu asal kelompok masyarakat. Dan kesungguhan untuk itu bakal melahirkan ‘kompetensi’ PDI Perjuangan untuk mengurus sesuatu hal yang sifatnya sosial.
Ketiga, model dan tipologi yang sejenis dengan mudik lebaran ini dapat berkembang secara luas. Ragam jenis dan bentuknya pasti bakal meluas. Apabila hal ini pun dapat dilakukan oleh organisasi yang namanya sebuah partai, yakni PDI Perjuangan, diharapkan masyarakat menjadi semakin dekat ‘hati dan perasaan’ nya terhadap peran dan kerja sebuah partai politik. Kita semua dapat memperkuat ‘peran, citra dan persepsi publik’ tentang kerja dan kinerja sebuah partai politik. Sungguh tidak mengada-ada bila PDI Perjuangan juga mempunyai harapan yang sama bagi partai-partai politik selain PDI Perjuangan untuk memerankan bentuk-bentuk kegiatan sosial-kultural yang seperti ini.
27
Sep
08

DCS PDI Perjuangan Penuhi Kuota Caleg Perempuan DPR 35 Persen

Infokom-Media PDI Perjuangan – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) meloloskan 635 Daftar Calon Sementara (DCS) untuk tingkat DPR RI, 35 persn diantaranya adalah calon anggota legislatif perempuan. Pengumuman tersebut di bacakan oleh KPU dalam acara pengumuman DCS Anggota DPR di Hotel Sahid, Jumat (26/09).

“PDI Perjuangan meloloskan 635 caleg DPR dari 639 dari DCS, 635 itu terdiri dari 226 Perempuan dan 409 Laki-laki, dengan demikian PDI Perjuangan terwakili presentasi untuk kaum Perempuan sebesar 35 persen” kata Arif Wibowo, Wakil Sekertaris BP Pemilu  DPP PDI Perjuangan yang juga perwakilan Partai di KPU kepada redaksi.

Arif menjelaskan, PDI Perjuangan mendaftarkan caleg untuk DPR RI berjumlah 639, tapi pada pengumuman DCS oleh KPU ada empat orang yang di coret oleh KPU, diantaranya, Posma Sabam Manahan dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatra Utara I, Abraham William Daud dari Dapil Sumatra Selatan I,  Zainal Abidin dari Dapil Lampung II, yang terpilih sebagai Bupati Lampung Utara, Suli Chah dari Dapil Jawa Timur 11. “Tiga orang tidak lolos karena masalah persyaratan administrasi, sedangkan Zainal Abidin di coret karena terpilih menjadi Bupati Lampung Barat,” ujarnya.

Sesuai dengan Peraturaan KPU No.18 Tahun 2008, mereka yang di coret dari Daftar Calon Sementara untuk Caleg tidak bisa digantikan oleh siapapun. Selanjutnya DCS itu masyarakat diminta untuk menanggapi, apakah dari DCS itu ada yang masalah atau tidak. “KPU memberi waktu kepada masyarakat selama satu minggu, barangkali dari calon tersebut ada yang Ijasahnya palsu atau tersangkut masalah pidana,” papas Arif

Pengumuman DCS DPR Molor
Pada acara pengumuman DCS DPR oleh KPU kemarin, banyak Pimpinan Partai yang kecewa, karena molornya waktu dan tidak ada kejelasan sampai masalah berkas-berkas DCS.

Sebenarnya ada dua sesi pada acara pengumuman DCS, pertama pukul 16.00 wib pembubuhan paraf oleh pimpinan Parpol peserta Pemilu tapi baru mulai pukul  19.00 wib, kedua pukul 21.00 wib adalah penandatangan paraf oleh seluruh anggota KPU. Molohnya waktu tampa ada kepastan membuat para pimpinan Parpol banyak yang meninggalkan acara.

“Sekjen Pramono Anung sudah hadir tepat waktu, tapi karena kelamaan menunggu tampa ada kepastian akhirnya Sekjen meninggalkan acara kerena ada acara lainnya, dan yang membubuhkan paraf dari PDI Perjuangan adalah Firman Jaya Daeli dan Arif Budimanta,” ungkap Arif Wibowo.

“KPU tidak cukup baik dalam mempersiapkan perhelatan Pemilu, termasuk masalah pengumuman DCS ini sangat mengkhawatirkan,” lanjutnya.[kin]

24
Sep
08

Koalisi Harusnya Didukung 50 Persen Lebih Legislatif

Infokom-Media PDI Perjuangan – Koalisi dukungan parlemen terhadap pemerintahan mendatang hendaknya berada di atas 50 persen. Hal tersebut diperlukan untuk membangun pemerintahan yang kuat sehingga program-program kerja Presiden terpilih mendatang bisa dituntaskan.

Demikian butir penting seperti yang disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau Deperpu PDI Perjuangan, HM Taufiq Kiemas, dalam acara bincang santai Bicara Politik dan Islam di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/9).

“Koalisi itu sebuah keharusan. Didalamnya juga perlu membahas keperluan dan hasil bersama untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat, sehingga dia harus diisi lebih dari 50 persen dukungan legislatif,” jelas Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Eksternal Informasi dan Komunikasi, Daryatmo Mardiyanto, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Lebih jauh dijelaskan oleh Ketua Deperpu, HM Taufiq Kiemas, wujud dari koalisi dalam pemerintah tersebut juga political appointed hingga tingkat pejabat Esselon I. “Hal tersebut diperlukan untuk menjaga kesinambungan program kerja departemen-departemen di kabinet pemerintahan tersebut untuk mengatasi hal-hal seperti orientasi lingkungan dari menteri baru dalam kabinet mendatang,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait dengan partai mana PDI Perjuangan akan berkoalisi pada pemilu mendatang, HM Taufiq Kiemas kembali menegaskan bahwa PDI Perjuangan siap berkoalisi dengan partai mana saja.

Terkait persoalan Islam dalam konteks politik Indonesia, Ketua Deperpu, HM Taufiq Kiemas, kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu lagi melakukan dikotomi antara Islam dan Nasionalisme. “Karena seorang Islam itu sudah pasti juga seorang Nasionalis,” tegasnya.

Dalama acara santai yang digawe oleh Republika itu juga mendatangkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wiranto, Jimly Asshiddiqie, Yusril Ihza Mahendra, dan Muhaimin Iskandar, Dirut PT Republika Media Mandiri Erick Tohir, serta para tokoh nasional lainnya. Sementara itu, dari kalangan Partai, selain Daryatmo Mardiyanto, tampak hadir Helmy Fauzi, Ahmad Baskara dan Afwan.[sfn]

24
Sep
08

PDI Perjuangan Siap Berangkatkan 22.000 Pemudik ke Kampung Halamannya

Infokom-Media PDI Perjuangan – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) siap memberangkatkan 22.000 pemudik untuk menuju ke kampung halamannya pada lebaran Tahun ini. Para pemudik yang telah mendaftar melalui program mudik cuma-cuma ”Banteng Moncong Putih Balik Desa” akan dilepas langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Hj.Megawati Soekarnoptri pada Minggu 28 September 2008 pukul 08.00 WIB di Area Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran Jakarta Pusat.

”Yang telah mendaftar untuk mudik bareng bersama PDI Perjuangan tercatat 22.000 orang, yang akan di angkut 425 bus,” kata Darwin  Iskandar kepada redaksi, selasa malam (23/09).

Terkait dengan persiapan mudik bareng, saat ini panitia sudah siap dari mulai rekapitulasi data pemudik, paket untuk pemudik sampai melakukan simulasi pemberangkatan. ”Rencananya hari Jumat (26/09) kita akan adakan simulasi pemberangkatan, agar pemberangkatan bisa tertib dan lancar sampai tujuan,” ujar Darwin.

Termasuk, lanjut Darwin panitia sudah berkordinasi dengan DPC/DPD PDI Perjuangan yang daerahnya menjadi transit dan tujuan pemudik. ”DPP PDI Perjuangan sudah melayangkan surat pemberitahuan tentang mudik bareng ini kepada DPC/DPD PDI Perjuangan yang akan dilintasi dan menjadi tujuan para pemudik,” ungkapnya.

Banteng Moncong Putih Balik Desa akan melayani beberapa daerah di Pulau jawa, diantarany Tegal, Semarang, Solo, Jogyakarta, Kediri dan Surabaya.[kin]

23
Sep
08

Perlu Perhatian Khusus Pemerintah untuk Bangun Dunia Usaha Indonesia yang Kuat

Infokom-Media PDI Perjuangan – Majunya pembangunan di Indonesia harus ditopang oleh pengusaha yang bagus dan kuat. Walaupun demikian, belum ada upaya berarti dari pemerintah untuk memajukan dunia usaha Indonesia.

Demikian butir penting yang menjadi catatan dalam acara diskusi bertajuk “Penguatan Indonesia melalui Borjuasi Nasional” yang diselenggarakan Megawati Institut bekerja sama dengan Reform Institut di Bidakara, Senin (22/9).

“Sekarang ini belum ada kebijakan pemerintah untuk membangun dan melindungi dunia usaha dan pengusaha nasional yang kuat, yang mampu memperoduksi dari hulu ke hilir serta memasarkan hingga ke luar,” ujar Direktur Megawati Institut yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri, Arif Budimanta, kepada redaksi.

Diskusi tersebut menghimpun berbagai masalah yang dihadapi pengusaha Indonesia untuk dimana perlindungan pemerintah terhadap dunia usaha masih sangat minim, jika tidak dikatakan tidak ada sama sekali.

Masalah lain, kata Arief Budimanta, strategi memajukan dan melindungi para pengusaha untuk pembangunan ekomomi dirasakan belum ada, sehingga diperlukan sebuah Undang-undang yang mengatur semua itu. “Artinya

“Dalam diskusi tersebut banyak mengurai masalah masalah yang dihadapi oleh dunia usaha dan para pengusaha Nasioanal sekarang. Serta rencana yang akan dilakukan oleh Ibu Megawati bersama pemerintahannya terkait persoalan tersebut,” imbuhnya.

Diskusi tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional seperti oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Daperpu) PDI Perjuangan HM Taufiq Kiemas, Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri Arif Budimanta.

Selain itu, diskusi juga menghadirkan para pengamat dan tokoh intelektual nasional seperti pengamat ekomoni Faisal Basri, Yudi Latief, Afriliani, para Intelektual dan para Pengusaha Nasioanal.[kin]

23
Sep
08

Puan Maharani: Kegiatan PDI Perjuangan Harus Bersentuhan dengan Mayarakat

Infokom-Media PDI Perjuangan – Semua kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) harus segera bekerja dan bergerak untuk pemenangan Pemilihan Legislatif dan Pemenangan Presiden pada tahun 2009 nanti.

“Tidak ada waktu lagi untuk bersantai-santai, sudah waktunya PDI Perjuangan untuk membuat kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” demikian disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemberdayaan Perempuan, Puan Maharani, saat memberi sambutan pada buka puasa bersama dengan Struktural Partai DPC dan PAC di wilayah Kota Solo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Sukohardjo, Senin (22/09).

Di Kota Solo, lanjut Puan, PDI Perjuangan akan membuat ‘Rumah Perempuan’ untuk DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.

Puan juga berharap, acara seperti ini harus sering dilaksanakan untuk bersilaturahmi sesama kader Partai. “Kegiatan-kegiatan seperti silaturahmi, halal bilahal harus dilakukan, karena ini akan menjaga kesolidan dan kekompaoak diantara stuktural, anggota Dewan dan Kader Partai,” pintanya.

Dalam acara buka puasa bersama dengan pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan dihadiri oleh, Puan Maharani, Wakil Sekjen bidang Internal Mangara Siahaan, Anggota Legislatif daerah Pemilihan Jawa Tengah, Pengurus DPD PDI Perjauangan Jawa Tengah, DPC/PAC Kota Solo, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukohardjo.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Nuniek Sri mengatakan, apa yang dikatakan oleh Ketua DPP DPI Perjuangan bidang Pemberdayaan Perempuan harus segera direalisasikan. “Sekarang harus memikirkan kepentingan Partai dari pada kepentingan pribadi,” katanya.

Seperti nomor urut calon legislatif, itu tidak susah dimasalahkan lagi. “Yang terpenting bagaimana caranya PDI Perjuangan bisa memenangkan Pileg dan Pilpres 2009 nanti. Kepentingan pribadi harus ditinggalkan, yang harus didahuluin adalah kepentingan Partai,” ujar Nuniek.[kin]

22
Sep
08

TKI Diperkosa Majikan di Arab Saudi

Liputan6.com, Jakarta: Seorang tenaga kerja Indonesia lagi-lagi mengalami nasib buruk. Bunga, bukan nama sebenarnya, diperkosa sang majikan saat bekerja di Jeddah, Arab Saudi. Akibatnya, perempuan berusia 30 tahun itu hamil delapan bulan. Sementara sang majikan tetap bebas karena Bunga tidak tahu cara melapor ke polisi.

Nasib Bunga semakin terpuruk. Ketika pulang ke Tanah Air dua pekan lalu untuk minta perlindungan keluarga, Bunga justru diceraikan sang suami. Nahasnya pula, tujuh bulan gaji Bunga juga belum dibayar hingga kini. Padahal pendapatan itulah harapan Bunga satu-satunya untuk bisa menghidupi diri dan bayinya beberapa waktu ke depan.(YNI/Nova Rini dan Nurwanto)




RUBRIK

Sekretariat

A/n. SHARIEF RACHMAT P. O. Box 11173 Jeddah 21453 Fax. +966 2 645 6240 Hp. +966 507 371 256

KALENDER

November 2009
S S R K J S M
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30